Hubungan Kondisi Sanitasi Lingkungan dan Perilaku Keluarga dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Pontianak
DOI:
https://doi.org/10.26418/jtllb.v10i2.56379Keywords:
DBD, Sanitasi, Lingkungan, Perilaku.Abstract
Kejadian DBD erat kaitannya dengan faktor sanitasi lingkungan dan perilaku atau kebiasaan keluarga yang dapat menyebabkan perkembangbiakan vektor nyamuk Aedes aegypti dan menjadi masalah penyakit yang selalu terjadi di setiap tahun termasuk di Kota Pontianak yang termasuk daerah endemis DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kondisi sanitasi lingkungan dan perilaku keluarga dengan kejadian DBD di Kota Pontianak Tahun 2020. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan case control menggunakan teknik total sampling yaitu pengambilan keseluruhan kelompok kasus yang pernah terkena DBD dan untuk pengambilan kelompok kontrol atau yang tidak pernah terkena DBD menggunakan matching dengan perbandingan 1:1 antara kelompok kasus dan kontrol. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji statistik mendapatkan data adanya keterkaitan antara tempat penampungan air (p=0,002), sistem pembuangan sampah (p=0,029), kebiasaan menggantung pakaian (p=0,029), keberadaan jentik nyamuk (p=0,049), kebiasaan penggunaan obat/anti nyamuk (p=0,04) dan tidak ada hubungan antara pencahayaan (p=1,000) dengan kejadian demam berdarah dengue di Kota Pontianak. Dari hasil penelitian diharapkan pihak instansi kesehatan lebih mengintensifkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan pemeriksaan jentik berkala, dan masyarakat lebih memperhatikan kegiatan PSN secara mandiri dan teratur.
References
Achmadi, Umar Fahmi. (2012) Dasar- dasar Penyakit Berbasis Lingkungan. Jakarta: Rajawali Press.
Amried, E. T., & Asfian P. 2017. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan 19 November Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka Tahun 2016. (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat), 1(3).
Apriyani, Ummiyati, S. R, Sutomo, A.H. 2017. Sanitasi Lingkungan Dan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Sp Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Banguntapan Bantul. Jurnal Berita Kedokteran Masyarakat, Vol.33 Nomor 2.
Arsyad, R.M., Nabuasa, E. and Ndoen, E.M. 2020. Hubungan antara Perilaku Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Tarus. Media Kesehatan Masyarakat, 2(2), pp.15-23.
Chairil, dan Dames, A., 2017. Gambaran Sanitasi Lingkungan Masyarakat Terhadap Kejadian DBD Di Rw 11 Kelurahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru. Photon: Jurnal Sain dan Kesehatan, 7(02), pp.125-129.
Dian Saraswati, S.K.M., M Epid, L., Hestiningsih, M.K. and Richwanto, F. 2013. Hubungan Kejadian Keberadaan Tempat Perindukan Nyamuk Aedes Aegypti dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Tiga Kelurahan Endemis Kota Palangka Raya Tahun 2012. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, 2(2), p.18747.
Dinas Kesehatan Kota Pontianak. (2020). Profil Kesehatan Kota Pontianak.
Dompas, B.E., Sumampouw, O.J. and Umboh, J.M. 2020. Apakah Faktor Lingkungan Fisik Rumah Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue?. Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine, 1(2), pp.011-015.
Gama, T. A., & Betty, R. F. 2010. Analisis Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue di Desa Mojosongo Kabupaten Boyolali. Eksplanasi, 5(2): 1–9
Hasyimi, M. dan M. Soekirno. 2004. Pengamatan tempat Perindukan Aedes aegypti pada Tempat Penampungan Air Rumah Tangga pada Masyarakat Pengguna Air Olahan. Jurnal Ekologi Kesehatan, Vol 3 No 1, April 2004: 37-42.
Kemenkes RI. (2011). Modul pengendalian demam berdarah dengue. Jakarta: Ditjen P2PL.
Kementrian Kesehatan RI. (2019) Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Jakarta: Pusat data dan Informasi.
Lagu, A.M.H., Damayati, D.S. and Wardiman, M. 2017. Hubungan jumlah penghuni, jumlah tempat penampungan air dan pelaksanaan 3M plus dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes sp di Kelurahan Balleangin Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep. HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 3(1), pp.22-29.
Maitela Maitela, T. 2019. Monitoring Kejadian Penyakit Demam Berdarah Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Kecamatan Gondokusuman Dan Sekitarnya Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Bumi Indonesia, 8(3).
Marwanty, M. and Wahyono, T.Y.M. 2019. Faktor Lingkungan Rumah dan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Palopo 2016. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 2(1).
Nadesul, Handrawan. (2004) 100 Pertanyaan + Jawaban Demam Berdarah. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Notoatmodjo S. (2012) Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Prasetyo. (2014). Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue dan Demam Berdarah. Jakarta: Ditjen PPM dan PL Depkes RI.
Priesley, F., Reza, M. and Rusdji, S.R. 2018. Hubungan perilaku pemberantasan sarang nyamuk dengan menutup, menguras dan mendaur ulang plus (PSN M Plus) terhadap kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Kelurahan Andalas. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(1), pp.124-130.
Richwanto F., Dian Saraswati SK, M Epid L, Hestiningsih MK. 2013. Hubungan Kejadian Keberadaan Tempat Perindukan Nyamuk Aedes Aegypti dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Tiga Kelurahan Endemis Kota Palangka Raya Tahun 2012. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol 2 Nomor 2, April 2013.
Rosmala, F., & Rosidah, I. 2019 Hubungan Faktor Resiko Kesehatan Lingkungan Dalam Pengelolaan Sampah Padat Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 15(1).
Rulen, B. N., Siregar, S. H., & Nazriati, E. 2017. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberadaan Jentik Aedes aegypti Terhadap Kejadian Demam Berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Dinamika Lingkungan Indonesia, 4(1), 59-64.
Santica, R. (2017). Hubungan Faktor Lingkungan Fisik dan Kebiasaan Keluarga dengan Kejadian Penyakit DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Talawi Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Tahun 2017. Skripsi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Baiturrahmah, Padang.
Sari, Erna, Nur Endah Wahyuningsih, and Retno Murwani. 2017. Hubungan Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Demam Berdara Dengue Di Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 5, no. 5 (2017): 609-617.
Shinta, Supratman S. 2007. Status kerentanan populasi larva aedes aegypti terhadap temephos di daerah endemis DBD di DKI Jakarta J. ekol-kes ;6 (1):540-45
Soegijanto, S. 2004.Demam Berdarah Dengue. Surabaya: Airlangga University Press.
Sukowinarsih, Tur Endah, and Widya Harry Cahyati. (2010). Hubungan Sanitasi Rumah Dengan Angka Bebas Jentik Aedes Aegypti. KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol 6, no. 1 (2010).
Syamsul, M. 2018 Hubungan Faktor Lingkungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. UNM Environmental Journals, 1(3), 82-85.
Wijirahayu, S., & Sukesi, T. W. 2019. Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 18(1), 19-24.
Yunita, J., Mitra, M., & Susmaneli, H. 2012. Pengaruh Perilaku Masyarakat dan Kondisi Lingkungan Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue. Jurnal Kesehatan Komunitas, 1(4), 193-1
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The articles in this journal are under the copyright of the author of the article. This article is open access from the journal.