Analisis Kadar Merkuri Pada Air Sungai di Lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin Desa Semangut Kecamatan Bunut Hulu

Authors

  • Sela Safira Hamidi Tanjungpura University
  • Dian Rahayu Jati Tanjungpura University
  • Herda Desmaiani Tanjungpura University

DOI:

https://doi.org/10.26418/jtllb.v11i1.58903

Keywords:

Pertambangan Emas, Pencemaran, Logam Berat, Merkuri, AAS

Abstract

Semua daerah mempunyai potensi tambang emas. Salah satu daerah yang mempunyai potensi tambang emas adalah Desa Semangut, Kecamatan Bunut Hulu. Tambang emas yang terdapat pada Desa Semangut tidak hanya terdapat di daratan namun terdapat pula pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Pertambangan Emas Tanpa Izin ini menggunakan logam berat berupa merkuri untuk memisahkan emas sehingga terjadi pencemaran. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis kadar merkuri yang terdapat pada Sungai Semangut. Metode analisis konsentrasi logam berat yang digunakan adalah metode Atomic Absorption Spectrophotometri (AAS). Pengambilan sampel di tiga titik yaitu pada arah hulu, tengah, dan hilir sungai. Hasinya ditemukan konsentrasi merkuri pada arah hulu sungai sebesar <0,0002 mg/L merupakan kadar merkuri terendah, pada arah tengah sungai sebesar 0,0031 mg/L dan konsentrasi merkuri tertinggi terdapat pada arah hilir sungai dengan konsentrasi sebesar 0,0099 mg/L.

Author Biographies

Sela Safira Hamidi, Tanjungpura University

Department of Environmental Engineering

Dian Rahayu Jati, Tanjungpura University

Department of Environmental Engineering

Herda Desmaiani, Tanjungpura University

Department of Environmental Engineering

References

Astika, P., Jati, D. R., & Kadaria, U. (2017). Analisis Kadar Merkuri Pada Komponen Ekosistem Akibat Peti di Sungai Tebaung Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 5(1), 1–10.https://doi.org/10.26418/jtllb.v5i1.18536

Chapra. (1997). "Surface Water Quality Modeling".Mc. Graw Hill Companies,Inc.,New York.

Chester,R.(1990)Marine Geochemistry. UNWIN HYMAN.London.

Emilia, Ita. Suheryanto. Dan Hanafiah, Zazili. (2013). Distribusi Logam Kadmium dalam Air dan Sedimen di Sungai Musi Kota Palembang. Jurnal Penelitian Sains. Volume 16 (2).

Mirdat, Patádungan, Y. S., & Isrun. (2013). Status Logam Berat Merkuri (Hg) dalam Tanah Pada Kawasan Pengolahan Tambang Emas di Kelurahan Poboya, Kota Palu. E-J Agrotekbis, 1(2), 127–134. Retrieved from https://www.neliti.com/id/publications/242414/status-logam-berat-merkuri-hg-dalam-tanah-pada-kawasan-pengolahan-tambang-emas-d

Muhammad, I., Ashiru, S., Ibrahim, I. D., Salawu, K., Muhammad, D. T., & Muhammad, N. A. (2013). Determination of Some Healvy Metals in Wastewater and Sediment of Artisanal Gold Local Mining Site of Abare Area in Nigeria. Journal of Environmental Treatment and Techniques, 1(3), 174–182.

Palar,H. (1994). Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Rianto, S. (2012). Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keracunan merkuri pada penambang emas tradisional di Desa Jendi Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 11(1), 54-60.

Siahaan R,Indrawan A, Soedharma D. Prasetyo LB. (2011). Kualitas Air Sungai Cisadane, Jawa Barat - Banten. Jurnal Ilmiah Sains 11(9): 268272.https://doi.org/10.35799/jis.11.2.2011.218

Sukoasih A, Widiyanto T. (2016) Hubungan Antara Suhu, Ph dan berbagai Variasi Jarak dengan Kadar Timbal (Pb) Pada Badan Air Sungai Rompang dan Alir Sumur Gali Industri Batik Sokaraja Tengah Tahun 2016. Buletin Keslingmas 36(4).ISSN: 0215-742X.

Veybi, D. (2018). Analisis Kualitas Air dan Daya Tampung Beban Pencemar Sungai Pesanggrahan di Wilayah Provinsi DKI Jakarta.Bogor. JPSL Vol.8 (1):127-13.

Downloads

Published

2023-02-03