Kearifan Lokal Struktur Bangunan Rumah Di Desa Raja, Kabupaten Landak

Authors

  • Fransiska Melania Rosita Tanjungpura University
  • Henny Herawati Tanjungpura University
  • Kiki Prio Utomo Tanjungpura University

DOI:

https://doi.org/10.26418/jtllb.v11i1.60387

Keywords:

Kearifan Lokal, Struktur Bangunan, Bangunan Rumah

Abstract

Bangunan merupakan satu bentuk respon dari manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan. Bangunan tradisional merupakan bentuk kearifan lokal serta di Indonesia sangat beragam jenisnya. Bentuk kearifan lokal tersebut dapat berupa fisik seperti bangunan maupun non fisik seperti adat istiadat, budaya masyarakat, upacara, mitos, cerita rakyat dan lain sebagainya. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji bentuk struktur bangunan rumah di Desa Raja berdasarkan kearifan lokal. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif deskriptif. Rumah panggung disebut dengan rumah tradisional, karena berbentuk panggung atau dasar rumah tidak menempel pada permukaan tanah. Ketinggian dari rumah tersebut berkisar 0,50-2,00 meter tergantung dari kondisi wilayah. Pondasi menggunakan kayu ulin yang memang tahan terhadap tanah lembab dan awet hingga puluhan tahun. Tiang-tiang pondasi dipasang dengan jarak 1-1.5 meter antar tiang pondasi lainnya. Tiang pondasi kayu berukuran 0,12 x 0,12 meter. Rangka merupakan sistem struktur utama pada bagian badan bangunan yang terdiri dari batang vertikal berupa tiang-tiang kayu dan batang horizontal berupa balok-balok kayu. Untuk atap rumah menggunakan sirap dengan ukuran 0,7 x 0,20 meter yang disusun mengikuti bentuk kerangka atap. Kelebihan dari rumah panggung yaitu mempunyai bagian bawah rumah dibiarkan kosong, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyimpan barang, kayu bakar, dan dijadikan sebagai kandang ternak.

Author Biographies

Fransiska Melania Rosita, Tanjungpura University

Department of Environmental Engineering

Henny Herawati, Tanjungpura University

Department of Civil Engineering

Kiki Prio Utomo, Tanjungpura University

Department of Environmental Engineering

References

Angkasa, Z. (2018). Penerapan konsep arsitektur rumah panggung di lingkungan perkotaan. Arsir, 1(2), 175-183.

Faturrakhman dkk. 2020. Pengaruh Struktur Rumah Tinggal Dalam Menanggulangi Bencana Banjir Di Indonesia. Seminar Nasional Avoer XII 2020. Universitas Sriwijaya.

Ismail, N., Bakhtiar, B., Yanis, M., Darisma, D., & Abdullah, F. 2020. Mitigasi dan Adaptasi Struktural Bahaya Banjir Berdasarkan Kearifan Lokal MasyarakatAceh Singkil Provinsi Aceh. Jurnal Antropologi: Isu-isu Sosial Budaya, 22(2), 276-285.

Putri, S. J. I.2017. Analisa Daerah Rawan Banjir di Kabupaten Sampang Menggunakan Sistem Informasi Geografis Dengan Metode Data Multi Temporal. Doctoral dissertation. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Permana, R. C. E., Nasution, I. P., & Gunawijaya, J. 2011. Kearifan lokal tentang mitigasi bencana pada masyarakat Baduy. Makara Human Behavior Studies in Asia, 15(1), 67-76.

Schodek D. 1999, Struktur Edisi kedua, Jakarta : Erlangga.

Zakiah, Hidayati I., & Octavia, H. C.2013. Studi Adaptasi Rumah Vernakular Kutai terhadap Lingkungan Rawan Banjir di Tenggarong. Dimensi: Jolurnal of Architecture and Built Environment, 40(2), 89.

Downloads

Published

2023-02-03