Pengolahan Air Hujan Menjadi Air Bersih Untuk Menurunkan Kadar Besi (Fe) dan Timbal (Pb) Melalui Filter Pipa Bersusun Berbasis Adsorben Alami
DOI:
https://doi.org/10.26418/jtllb.v11i2.64280Keywords:
Air hujan, Besi, Filter, TimbalAbstract
Air hujan dapat menjadi salah satu alternatif sebagai sumber air bersih yang tersedia setiap musim hujan dan berpotensi untuk mengurangi tekanan terhadap pemakaian sumber air bersih (fresh water sources). Penampungan air hujan yang mengalir dari atap rumah dapat dijadikan sebagai alternatif sumber air bersih yang hanya membutuhkan pengolahan sederhana sebelum air digunakan. Pengolahan sederhana dapat berupa penyusunan pipa bersusun yang terdiri dari adsorben ijuk, pasir, kerikil, arang aktif dan spons yang berguna untuk mengurangi kandungan polutan dari air hujan. Pengolahan sederhana tersebut dapat mengurangi kadar besi dan timbal pada air hujan. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan air hujan sebagai air bersih yang mengurangi beban pemakaian air PDAM dan penerapannya dapat dilakukan secara mandiri oleh warga karena bahan dan peralatan mudah diperoleh serta pengoperasiannya mudah untuk menurunkan kadar besi dan timbal pada air hujan. Hasil yang didapatkan yaitu kadar Besi (Fe) yang sebelumnya 0,11 mg/l turun menjadi 0,05 mg/l dan kadar Timbal (Pb) yang sebelumnya 0,14 mg/l turun menjadi 0,03 mg/l.
References
Alian, H. 2010. Pengaruh Tegangan Pada Proses Elektroplating Baja Dengan Pelapisan Seng dan Krom Terhadap Kekerasan dan Laju Korosinya. Jurnal Teknik Mesin. Universitas Sriwijaya, 245-247
Bowles, J. 1984. Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah (Mekanika Tanah). Edisi Kedua. Erlangga. Jakarta.
Christiani S,.Evi. 2008. Karakterisasi Ijuk Pada Papan Komposit Ijuk Serat Pendek Sebagai Perisai Radiasi Neutron. Universitas Sumatera Utara : Medan.
Darmawan S. 2008. Sifat Arang Aktif Tempurung Kemiri dan Pemanfaatannya Sebagai Penyerap Emisi Formaldehida Papan Serat Berkerapatan Sedang. [Tesis]. Sekolah Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor : Bogor.
Khayan, K., Sudarmadji, S., dan Sutomo, A. H. 2003. Hubungan Pengaturan Waktu
Penampungan Air Hujan Dengan Penurunan Keracunan Pb Pada Masyarakat
Di Kota Pontianak (Relation Between The Time Control of Rain Water
Collection with The Decrease of Pb Intoxication for Community at Pontianak,
Kalimantan).Jurnal Manusia dan Lingkungan,10(1), 33-42
Naria, Evi. 2005. Mewaspadai Dampak Bahan Pencemar Timbal (Pb) di Lingkungan Terhadap Kesehatan. Jurnal Komunikasi Penelitian Vol. 17(4). Bagian Kesehatan Lingkungan. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara : Medan.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun (2017) Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, Dan Pemandian Umum.
Saifudin, M. R., dan Astuti, D. 2005. Kombinasi media filter untuk menurunkan kadar Besi (Fe). Fakultas Ilmu Kesehatan,Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Saragih, Sehat Abdi. 2008. Pembuatan dan Karakterisasi Karbon Aktif dari Batubara Riau Sebagai Adsorben. Laporan Tesis Program Studi Teknik Mesin Program Pasca Sarjana Bidang Ilmu Teknik Fakultas Teknik Universitas Indonesia.Jakarta
Yulistyorini. 2011. Pemanenan Air Hujan sebagai Alternatif Pengelolaan Sumber Daya Air di Perkotaan. Jurnal Teknologi dan Kejuruan. Vol. 34 No. 1 hal 105-114.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The articles in this journal are under the copyright of the author of the article. This article is open access from the journal.