Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Terhadap Urban Heat Island di Kota Pontianak

Authors

  • Muhammad Naufal Fatturusi Tanjungpura University
  • robby irsan Tanjungpura University
  • Dian Rahayu Jati Tanjungpura University

DOI:

https://doi.org/10.26418/jtllb.v11i1.64565

Keywords:

Land Surface Temperature, Ruang Terbuka Hijau, Urban Heat Island

Abstract

Ketersediaan lahan di Kota Pontianak terbesar yaitu pada area ruang terbangun. Peningkatan pembangunan harus diimbangi dengan adanya ruang terbuka hijau sebagai pengendali kualitas lingkungan. Pembangunan yang mengambil alih fungsi ruang terbuka hijau dapat menimbulkan beberapa permasalahan seperti fenomena Urban Heat Island. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan ketersediaan ruang terbuka hijau, Land Surface Temperature (LST), Urban Heat Island (UHI) pada tahun 2001, 2013 dan 2020. Data yang dibutuhkan berupa data landsat 5 TM dan Landsat 8 OLI/TIRS yang diolah menjadi data perubahan ruang terbuka hijau dan persebaran suhu. Perubahan ketersediaan RTH yang terbesar di tutupan lahan klasifikasi pertanian dengan total penurunan 10% (1089 hektar). Perubahan LST yang memiliki peningkatan luas wilayah terbesar adalah rentang suhu 24-27 ËšC yang meningkat 31% (3376 hektar) dan penurunan luas wilayah terbesar adalah rentang suhu 21-24 ËšC yang menurun 34% (3674 hektar). Perubahahan intensitas UHI yang memiliki peningkatan luas wilayah terbesar adalah intensitas UHI   1 yang meningkat 12% (1335 hektar).  

Author Biographies

Muhammad Naufal Fatturusi, Tanjungpura University

Department of Environmental Engineering

robby irsan, Tanjungpura University

Department of Environmental Engineering

Dian Rahayu Jati, Tanjungpura University

Department of Environmental Engineering

References

Adrian, & Nugratama, S. (2020). Estimasi Besaran Emisi Karbon Di Kabupaten Banyumas (Studi Kasus Tahun 2005-2016). Geographia Jurnal Ilmiah Pendidikan Geografi, 1(1), 32–45.

Alifia, N. (2016). Permukiman Perkotaan. Program Studi Arsitektur, Universitas Tanjungpura, Indonesia, 3(2), 25–38.

Ardi, I. R., Lubis, M. S., & Fitrianingsih, Y. (2010). Analisis Urban Heat Island Dalam Kaitannya Terhadap Perubahan. Jurnal Teknologi Lingkungan Dan Lahan Basah, 2(1), 1–10.

Arnawa, I. K., Columna, N. T., & Tariningsih, D. (2022). Functional Shifting from Agricultural Land into Non-Agriculture. Soca: Jurnal Sosial, Ekonomi Pertanian, 16(1), 109.

Badan Pusat Statistik Kota Pontianak. (2001, 2013, 2020). Kota Pontianak Dalam Angka. Bps Kota Pontianak.

Graharistiara, M. A., & Widyasamratri, H. (2014). Evaluasi Konsep Green Open Space Terhadap Kualitas Taman Pada Program Pengembangan Kota Hijau (P2kh) Kecamatan Kendal. Jurnal Planologi, 14 (2), 150-161.

Julkarnain., Syafaruddin., Chairunnisa. (2018). Analisis Kecukupan Layanan Infrastrutur Jalan Dengan Perbandingan Tingkat Pertumbuhan Penduduk di Kota Pontianak (Studi Kasus Kecamatan Pontianak Barat). Journal Teknik, 1–5.

Nadira, C., Saraswati, R., & Wibowo, A. (2019). Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Fenomena Urban Heat Island Di Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Tahun 2007 – 2018 Menggunakan Citra Landsat 5 Dan 8. Seminar Nasional Penginderaan Jauh Ke-6, 82–98.

Prasada, I. Y., & Masyhuri, M. (2019). The Conversion of Agricultural Land in Urban Areas (Case Study of Pekalongan City, Central Java). Agraris: Journal of Agribusiness and Rural Development Research, 5(2).

Pratiwi, A. Y., & Jaelani, L. M. (2021). Analisis Perubahan Distribusi Urban Heat Island (Uhi) Di Kota Surabaya Menggunakan Citra Satelit Landsat Multitemporal. Jurnal Teknik Its, 9(2).

Tujuwale, D. H., Waani, J. O., & Tilaar, S. (2017). Perubahan Penggunaan Lahan Sepanjang Koridor Jalan Manado-Bitung Di Kecamatan Kalawat. Spasial, 4(1), 88–100.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

Downloads

Published

2023-01-31