Teknologi Tepat Guna Pengolahan Air Sungai Menjadi Air Bersih
DOI:
https://doi.org/10.26418/jtllb.v11i2.65742Keywords:
air sungai, ponpes Al-Fatah, teknologi tepat guna.Abstract
Ketersediaan dan akses air bersih masih menjadi persoalan di Kalimantan Barat, salah satunya di Ponpes Al-Fatah, Desa Sungai Itik. Keperluan dalam sehari-hari Ponpes Al-Fatah menggunakan sumber air yang berasal dari air hujan dan air sungai untuk keperluan MCK, namun air hujan belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih dari aspek kontinuitas, sedangkan air sungai dari aspek kualitas. Oleh karena itu diperlukan teknologi pengolahan air bersih tepat guna untuk mengolah air sungai menjadi air bersih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air sungai didepan Ponpes Al-Fatah, dan merancang teknologi pengolahan air tepat guna berdasarkan kualitas air baku yang dimanfaatkan. Metode pengolahan air yang dipilih adalah unit pengolahan lengkap. Hasil Analisis kualitas air baku sungai didepan Ponpes Al-Fatah Desa Sungai Itik, pH 7,18, kekeruhan 6,89 NTU, warna 109 TCU, TDS 603 mg/l, suhu 36℃, dan total coliform 33 APM/100 ml. Pengolahan air dengan unit operasi dan proses yang sudah dirancang mampu mengolah air baku menjadi air bersih, nilai pH 6,8 mg/l, kekeruhan 1,8 NTU, warna 2 TCU, TDS 872 mg/l, suhu 30,6 ℃, dan total coliform sebesar 0 APM/100 ml. Pengolahan air dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas air sungai memenuhi standar Permenkes No.2/MENKES/2023.
References
Andini, D. 2017. Perencanaan Unit Pengolahan Air Bersih di Kecamatan Sumedang Selatan. Jurnal Reka Lingkungan, 5(2).
Badan Standarisasi Nasional. 2000. SNI 19-6449-2000 Tentang
Metode Pengujian Koagulasi. Badan Standarisasi Nasional: Jakarta.
Badan Standarisasi Nasional. 2005. SNI 03-7065 Tahun 2005 Tentang Tata Cara Perencanaan Plambing. Badan Standarisasi Nasional: Jakarta.
Badan Standarisasi Nasional. 2008. SNI 6989.58:2008 tentang Metode Pengambilan Contoh Air Limbah. Badan Standarisasi Nasional: Jakarta.
Farodilah, I., Sunarti, R. N., Intan, Y. P., & Sari, R. V. (2018). Penentuan Konsentrasi Optimum Aluminium Sulfat dengan Metode Jar Test Pada Instalasi Pengolahan Air Minum ( IPA ) Di PDAM Tirta Musi Palembang. Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Terapan, 80–86.
Hamzani, S., & Raharja, M. 2019. Rekayasa proses koagulasi-flokulasi untuk pengolahan air sungai di Desa Lok Baintan Kabupaten Banjar. In Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah (Vol. 4, No. 2, pp. 285-290).
Nisa, N. I. F., & Aminudin, A. (2019). Pengaruh Penambahan Dosis Koagulan Terhadap Parameter Kualitas Air dengan Metode Jartest. JRST (Jurnal Riset Sains Dan Teknologi), 3(2), 61.
Rachmaniyah, R., & Darjati, D. (2017). Pengaruh Diameter Kulit Kerang dalam Menurunkan Kekeruhan Air Sungai Kali Lamong. GLOBAL HEALTH SCIENCE, 2(4), 380-384.
Sisnayati, dkk. 2021. Perbandingan Penggunaan Tawas Dan Pac Terhadap Kekeruhan Dan Ph Air Baku Pdam Tirta Musi Palembang. Jurnal Redoks, 6(2), 107-116.
Suhendra, S., & Perdana, D. (2019). Efektifitas Penggunaan Pasir Kerang Sebagai Media Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 7(1), 020-028.
Prasetya, P. E., & Saptomo, S. K. 2018. Perbandingan Kebutuhan Koagulan Al2 (So4) 3 dan PAC Untuk Pengolahan Air Bersih Di WTP Sungai Ciapus Kampus IPB Dramaga. Bumi Lestari J. Environ, 18(2), 75.
Wahyudin, Hafis Kiki. "Optimalisasi Dosis Aluminium Sulfat dalam Metode Jar Test pada IPA di PDAM Tirta Prabujaya Kota Prabumulih." Jurnal Kolaboratif Sains 5.12 (2022): 834-838.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The articles in this journal are under the copyright of the author of the article. This article is open access from the journal.