Status Mutu dan Kualitas Air Sungai Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya

Authors

  • Agra Raflesia Putri Mada Tanjungpura University
  • Rizki Purnaini Tanjungpura University
  • Ochih Saziati Tanjungpura University

DOI:

https://doi.org/10.26418/jtllb.v11i2.66272

Keywords:

Inventarisasi Sumber Pencemar, Kualitas Air Sungai, Status Mutu

Abstract

Sungai Kuala Dua sepanjang 15,5 km mempunyai dua hilir dengan hulu yang berada di tengah sungai. Sungai ini berada di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Lokasi pabrik padat penduduk di tepi sungai memberikan pengaruh yang sangat luar biasa terhadap kualitas dan kondisi udara. Tujuan penelitian yakni untuk mengidentifikasi pencemar di sungai; menentukan kualitas air dan status mutu air Sungai Kuala Dua. Metode penelitian yakni survei lokasi; pengukuran parameter kualitas udara; serta menentukan kualitas dan kondisi air sungai dengan metode indeks pencemaran.Hasil penelitian menyatakan sumber pencemar Sungai Kuala Dua berasal dari limbah pasar, gerobak, sekolah, masjid/surau, rumah makan, kafe, binatu, cuci motor & mobil, bengkel, serta limpasan perkebunan dan pertanian.

Author Biographies

Agra Raflesia Putri Mada, Tanjungpura University

Department of Environmental Engineering

Rizki Purnaini, Tanjungpura University

Department of Environmental Engineering

Ochih Saziati, Tanjungpura University

Department of Environmental Engineering

References

Alyandri. F., H., dkk. 2019. Analisis Kualitas Air dan Strategi Pengendalian Pencemaran Air Sungai Tiga Titik di Kecamatan Kota Padang. Jurnal Kapita Selekta Geografi. 2(5): 13 – 24.

Awalunikmah, R. 2017. Penentuan Status Mutu Air Sungai Kalimas dengan Metode Storet dan Indeks Pencemaran. Tugas Akhir. Institut Teknologi Sepuluh November. Surabaya.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 Tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air.

Lusiyana, Aji A. A., dan Herda D. 2021. Pengaruh Aktivitas Manusia Terhadap Beban Pencemaran Sub Das Sungai Rengas, Kalimantan Barat. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah. 9(2): 090 – 100.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta.

Purnaini, R., Sudarmadji, dan Suryo P. 2018. Pengaruh Pasang Surut Terhadap Sebaran Salinitas di Sungai Kapuas Kecil. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah. 1(2): 021 – 029.

Purnamasari, D., E. 2017. Penentuan Status Mutu Air Kali Wonokromo dengan Metode Storet dan Indeks Pencemar. Tugas Akhir. Institute Teknologi Sepuluh November. Surabaya.

Sheftiana, U. S. 2017. Penentuan Status Mutu Air Sungai Berdasarkan Metode Indeks Pencemaran sebagai Pengendalian Kualitas Lingkungan (Studi Kasus : Sungai Gelis, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah). Jurnal Teknik Lingkungan. Universitas Diponegoro. 6(1): 1 – 10.

Sisuanto, D. F. 2017. Studi Penentuan Status Mutu Air Sungai Kuala Dua Untuk Keperluan Bahan Baku Air Bersih. Universitas Tanjungpura.

Standar Nasional Indonesia 6989.57 Tahun 2008 Tentang Air dan Air Limbah – Bagian 57: Metode Pengambilan Contoh Air Permukaan.

Ulfa, Q. A. 2021. Analisis Perhitungan Daya Tampung Beban Pencemar Sungai Winongo Berdasarkan Parameter BOD dan COD Menggunakan Model Qual2Kw. Tugas Akhir. Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.

Yanti, K. D., Yulisa F., dan Ochih S. 2022. Analisis Kualitas Air dan Daya Tampung Beban Pencemar Sungai Kapuas di Kecamatan Mukok Kabupaten Sanggau. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah. 10(1): 022 – 031.

Downloads

Published

2023-07-03

Issue

Section

Articles