Pengolahan Air Limbah Kedai Kopi Dengan Menggunakan Grease Trap, Ekualisasi, Sarang Tawon Dan Filtrasi
DOI:
https://doi.org/10.26418/jtllb.v11i3.69606Keywords:
Air Limbah, Efektivitas, Kedai Kopi, IPALAbstract
Kedai Kopi merupakan salah satu bisnis yang sedang populer di berbagai daerah di Indonesia. Maraknya bisnis kedai kopi yang tersebar diberbagai daerah dapat menimbulkan pencemaran berupa limbah cair apabila tidak diolah dengan baik. Pelaku bisnis sering menganggap sepele terhadap pengolahan limbah tersebut, sehingga masih banyak kedai kopi yang belum memiliki pengolahan limbah. Kedai Kopi di Pontianak yang tidak memiliki pengolahan limbah cair adalah Barabiru, karena sisa air buangan di Barabiru langsung dibuang ke badan air. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas instalasi pengolahan air limbah berdasarkan parameter pH, TSS, BOD, COD dan minyak lemak dan untuk mengetahui anggaran biaya yang dibutuhkan untuk membuat instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Barabiru. Sampel air limbah diambil dengan cara sesaat, sedangkan debit air limbah dihitung berdasarkan pemakaian air bersih. Pengolahan yang digunakan yaitu bak grease trap, ekualisasi, sarang tawon dan filtrasi. Hasil uji kualitas awal menunjukan nilai pH 4,2, TSS 1472 mg/L, BOD 61 mg/L, COD 128 mg/L, dan minyak lemak 156 mg/L. Efektivitas penurunan dari setiap parameter setelah pengolahan, TSS 90 %, BOD 64 %, COD 55% dan minyak lemak 96%.
References
Anik, M. (2009). Pengertian Kedai Kopi. Rineka Cipta.
Indrayani, L. and Rahmah, Nur. (2018). Nilai Parameter Kadar Pencemar Sebagai Penentu Tingkat Efektivitas Tahapan pengolahan Limbah Cair Industri Batik. Jurnal Rekayasa Proses, Vol 12
No1.Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, (2016).
Isadiartuti, dan Sari. (2005). Studi Efektifitas Sediaan Gel Antiseptik Tangan yang Mengandung Etanol dan Triklosan. Majalah Farmasi Airlangga (Airlangga Journal of Pharmacy), Vol 5.
Kerubun, A., A. (2014). Kualitas Limbah Cair Di Rumah Sakit Umum Daera Tulehu. Jurnal MKMI, Hal 180-185
Mardianto, W. dkk. (2014). Pengolahan Limbah Cair Rumah Makan Menggunakan Sistem Kombinasi ABR dan Wetland Dengan Sistem Kontinyu. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah. Vol 2.
Ningsih, Riyan. (2011). Pengaruh Pembubuhan Tawas Dalam Menurunkan TSS Pada Air Limbah Rumah Sakit. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol 6.
Prahutama, A. 2013. Estimasi Kandunan DO (Dissolved Oxygen) di Kali Surabaya dengan Metode Kriging. Statistika. 1 (2) : 9-14.
Pratiwi, & Hermana. (2014). Efisiensi Pengolahan Limbah Cair Mengandung Minyak Pelumas Pada Oil Separator Menggunakan Platee Settler. Jurnal Teknik Pomits, 3.
Ramayanti, D, dan Amna, Ulli. (2019). Analisis Parameter COD (Chemical Oxygen Demand) dan pH (Potential Hydrogen) Limbah Cair di PT. Pupuk Iskandar Muda (PT.PIM) Lhokseumawe. Jurnal Kimia Sains dan Terapan, Vol 1.
Sayow, F, dkk. (2020). Analisis Kandungan Limba Industri Tahu dan Tempe Rahayu Di Kelurahan Uner Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa. Jurnal Ilmiah Sosial Ekonomi Pertanian, Vol 16
Sulistia, S, dan Septisya, A, C. (2020). Analisis Kualitas Air Limbah Domestik Perkantoran. Jurnal Rekayasa Lingkungan, Vol 12.
Zulius, A. (2017). Rancang Bangun Monitoring pH air Menggunakan Soil. Jurnal Sistem Komputer Musirawas, Vol 2.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The articles in this journal are under the copyright of the author of the article. This article is open access from the journal.