Perbandingan Penggunaan Desinfektan Kalsium Hipoklorit (Ca(OCl)2) Dan Natrium Hipoklorit (NaOCl) Pada Air Olahan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa

Authors

  • Puji Wiranti Universitas Tanjungpura
  • Ulli Kadaria Universitas Tanjungpura
  • Herda Desmaiani Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jtllb.v11i3.69870

Keywords:

E.coli, Kaporit, Natrium Hipoklorit, Sisa Khlor

Abstract

PERUMDA Air Minum Tirta Khatulistiwa selaku badan usaha milik daerah yang bergerak dibidangusaha penyedia air minum di kota Pontianak, PERUMDA harus memenuhi parameter yang telahditetapkan pemerintah yaitu PERMENKES Republik Indonesia No. 492/Menkes/SK/IV/2010tentang persyaratan kualitas air minum. Salah satu parameter yang ditetapkan dalam peraturantersebut adalah parameter mikrobiologi dengan indikator kandungan bakteri e.coli dalam air minumsebanyak 0 per 100 ml sampel. Adanya kandungan bakteri Escherichia coli dalam air minum dapatmenjadi penyebab water disease. Pemusnahan bakteri dapat dilakukan dengan desinfeksi.Desinfeksi merupakan penyempurnaan dalam pengolahan air minum berupa proses pemberiandesinfektan yang bertujuan untuk membunuh mikroorganisme pathogen. Kaporit dan natriumhipoklorit merupakan jenis desinfektan yang dapat digunakan untuk menyisihkan kandungan bakterie.coli didalam air. Namun, penggunaan kaporit yang berlebihan dapat menimbulkan sisa khlorberlebih yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Penelitian ini akan membandingkan efektifitas desinfektan kaporit dan natrium hipoklorit terhadap bakteri e.coli pada air pengolahan unit filtrasiIPA IV di PERUMDA Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak. Menentukan kadar optimum desinfektan dilakukan percobaan jartest dengan dosis masing-masing 0,1;0,2;0,3;0,4;0,5;0,6 mg/Ldengan pengadukan kecepatan 40 rpm selama 5 menit. Dari percobaan diperoleh dosis optimum kaporit 0,5 mg/L dengan sisa khlor 0,74 mg/L dan penyisihan bakteri e.coli sebesar 94,%. Percobaanpada desinfektan natrium hipoklorit diperoleh dosis optimum 0,3 mg/L dengan sisa khlor 0,59 mg/L dan penyisihan bakteri e.coli sebesar 86,9%

Kata Kunci: E.coli, Kaporit, Natrium Hipoklorit, Sisa Khlor

Author Biographies

Puji Wiranti, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Lingkungan

Ulli Kadaria, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Lingkungan

Herda Desmaiani, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Lingkungan

References

Ali, Munawar., 2010. Peran Proses Desinfeksi dalam Upaya Peningkatan Kualitas Produk Air Bersih. Universitas Pembangunan Veteran Nasional, Surabaya. ISBN : 978-602-9372-48-9.

Amen Ocktaviannus,2012. Efisiensi Penggunaan Ca(Ocl)2 Dan Naocl Sebagai Desinfektan Pada Air Hasil Olahan PERUMDA Air MinumTirta Pakuan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pakuan Bogor.

Cita, dkk., 2013. Kualitas Air dan Keluhan Kesehatan Pengguna Kolam Renang di Sidoarjo. Journal Kesling Vol.7 No.1 Juli 2013.

Komala. Puti Sri, dan Yanarosanti. Ajeng,2014 . Inaktivasi Bakteri Escherichia Coli Air Sumur Menggunakan Disinfektan Kaporit. Jurnal Teknik Lingkungan UNAND 11 (1) : 34-47 . Teknik Lingkungan Universitas Andalas.

Komala. Puti Sri, Agustina Feni,2014. Kinerja Kaporit dalam Penyisihan E.coli pada Air Pengolahan PDAM. Vol. 21. ISSN : 0854-847.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/ MENKES/ PER/ IV/ 2010 tentang persyaratan kualitas air minum.

Peraturan Mentri Kesehatan RI No. 736/MENKES/PER/IV/2010 tentang Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum.

Sofia, E., Riduan, R., Abdi, C. 2015. Evaluasi Keberadaan Sisa Klor Bebas di Jaringan Distribusi IPA Sungai Lulut PDAM Bandarmasih. Jurnal Teknik Lingkungan. Vol. 1. No. 1. 33 – 52.

SNI 7828 Bagian 5 Tahun 2012 tentang Pengambilan contoh air minum dari instalasi pengolahan air dan sistem jaringan distribusi Perpipaan.

Tangahu Y. 2014. Uji Kuantitatif Cemaran Bakteri pada Makanan Siomay di Kota Gorontalo. Gorontalo: Universitas Gorontalo.

Downloads

Published

2023-10-26