Kandungan Merkuri Pada Ikan Air Tawar Dan Resiko Bagi Kesehatan Masyarakat Di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah

Authors

  • Rosana Elvince Universitas Palangka Raya
  • Evnaweri Evnaweri Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.26418/jtllb.v12i1.73295

Keywords:

Ikan air tawar, Hazard Index, Merkuri, Palangka Raya

Abstract

Penelitian ini dilaksakan pada bulan Oktober 2023 di Pasar Besar Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah dengan tujuan untuk mengetahui kandungan merkuri dalam daging ikan patin, nila dan baung dan mengetahui resiko kesehatan akibat mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi oleh merkuri. Sampel ikan masing-masing berjumlah 6 (enam) ekor yang dibeli dari penjual ikan dipasar yang berbeda. Analisis kandungan merkuri dalam daging ikan dilakukan di Laboratorium Balai Penerapan Mutu Hasil Perikanan, Banjarbaru-Kalimantan Selatan dengan mengirimkan sampel ikan secara utuh dan seluruh proses persiapan hingga annalisis dilakukan oleh laboratorium tersebut. Berdasarkan hasil analisis, kandungan merkuri dalam ikan patin dan nila dibawah LOD yaitu kurang dari 0,0225 mg/kg, sedangkan kandungan merkuri dalam daging ikan baung (untuk lima sampel) rata-rata adalah 0,216 mg/kg. Dengan menggunakan nilai kandungan merkuri yang terdapat dalam daging ikan baung, maka jumlah asupan merkuri yang masuk ke dalam tubuh adalah sebesar 0,0021 mg/kg/hari. Berdasarkan jumlah asupan merkuri yang masuk dalam tubuh tersebut, Hazard Index (HI) dapat dihitung. HI > 1 yaitu 20,73, yang berarti bahwa konsumsi ikan baung yang mengandung merkuri tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan.

Author Biographies

Rosana Elvince, Universitas Palangka Raya

Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian

Evnaweri Evnaweri, Universitas Palangka Raya

Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian

References

Agustina, L.M., Sartimbul, A dan Suratno. 2020. Mercury concentrations in Yellowfin tuna (Thunnus albacares) and Indian mackerel (Rastrelliger kanagurta) from Bitung Fish Auction Market, North Sulawesi. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science.

BPS Kota Palangka Raya. 2022. https://palangkakota.bps.go.id/indicator/5/329/1/rata-rata-konsumsi-protein-per-kapita-sehari-menurut-kelompok-komoditas-makanan-dan-kelompok-pengeluaran.html (diakses tanggal 28 November 2023).

Chien, L. C., Yeh, C.Y,J iang,C.B., Hsu, C.S, Han, B.C. 2007. Estimation of acceptable mercury intake from fish in Taiwan. Chemosphere 67 (2007) 29–35.

Gochfeld, M. 2003. Cases of Mercury Exposure, Biovailability, And Absorption. Journal of Exotoxicology And Environmental Safety 56: 174-179.

Hajeb, P., Jinap, S., Ismail, A., Fatimah, A.B., Jamilah, B., Rahim, M.A. 2009. Assessment of mercury level in commonly consumed marine fishes in Malaysia.Food Control 20 (2009) 79–84.

Huggett, D.B., Steevens, J.A., Allgood, J.C., Lutken, C.B., Grace, C.A., Benson, W.H. 2001. Mercury in sediment and fish from North Mississippi Lakes. Chemosphere 42: 92-929.

Worldata Info. 2023. https://www.worlddata.info/average-bodyheight.php (diakses pada tanggal 28 November 2023).

Elvince, R, Inoue, T, Tsushima, K, Takayanagi, R, Ardianor, Darung, U., Nagafuchi, O, Tomonori Kawakami, T, Yamada. 2008. Mercury in Lake Tilap Central Kalimantan, Indonesia. Journal og Technology Research 13 (4): 291-294. Intenational Associtaion of Ecotechnology Research.

Elvince, R, Inoue, T, Tsushima, K, Takayanagi, R, Ardianor, Darung, U , Gumiri, S, Dohong, S., Nagafuchi, O, Tomonori Kawakami, T, Yamada. 2008. Assessment Of Mercury Contamination In The Kahayan River, Central Kalimantan, Indonesia Journal of Water and Environment Technology 6 (2): 103-112. Japan Society on Water Environment.

Inswiasri Dan Kusnoputranto, H. 2011. Pajanan Hg Pada Petambang Emas Tradisional Di Kabupaten Gunung Emas, Kalimantan Tengah. Jurnal Ekologi Kesehatan, Vol. 10. No.2: 72-82.

Yustiawati, Syawal, M.S., Tanaka, S. 2005. Kajian Kandungan Merkuri Di Sungai Kahayan, Kalimantan Tengah. Limnotek Vol. 2, Issue 12: 53-58.

Kateng. 2022. https://kalteng.go.id/berita/read/535/index.html (diakses tanggal 05 April 2022).

US EPA. 1989. Risk Assessment Guidance for Superfund Human Health Evaluation Manual (Part A). Volume I. EPA/540/1 -89/002,

US EPA. 2000. Guidance for Assessing Chemical Contaminant Data for Use in Fish Advisories Risk Assessment and Fish Consumption Limits. Volume 2. 3rd Edition. EPA 823-B-00-008 Washington D.C.

World Health Organization (WHO). 2003. Elemental mercury and inorganic mercury compounds: Human Health Aspects. Geneva. 61pp.

Yamada, T., Inoue, T., Dohong, S. and Darung U. 2005. Mercury Contamination in River Water and Sediment in Central Kalimantan, Indonesia. Annual Report for April 2004 – March 2005 on Environmental Conservation and Land Use Management of Wetland Ecosystems in Southeast Asia, Core University Program between Hokkaido University, Japan, and Research Center for Biology, LIPI, Indonesia. Sponsored by Japan Society for Promotion of Science, pp. 115–120.

Downloads

Published

2024-01-15