Evaluasi Kondisi Eksisting Instalasi Pengolahan Lindi (IPL) Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Sorat Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas

Authors

DOI:

https://doi.org/10.26418/jtllb.v12i2.76828

Keywords:

air lindi, fakultatif, aerasi, baku mutu air lindi, instalasi pengolahan lindi

Abstract

Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Sorat yang terletak di Kecamatan Sambas dengan sistem pengelolaan controlled landfill memiliki Instalasi Pengolahan Lindi (IPL). Hasil pengolahan air lindi pada IPL TPAS Sorat belum memenuhi standar baku mutu menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2016 dikarenakan pengolahan pada unit bak biofilter aerob tidak berfungsi dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik air lindi TPAS Sorat yang kemudian merekomendasikan sistem pengolahan yang cocok sebagai pengganti dari bak biofilter aerob. Parameter yang diuji pada bagian inlet dan outlet pada bak biofilter aerob yaitu pH dengan nilai 8,01 dan 7,80, TSS 12,8 dan 121, BOD 244 dan 291, COD 998 dan 1.039, Timbal (Pb) <0,093 dan <0,093, Kadmium <0,038 dan <0,038. Perhitungan debit air lindi menggunakan intensitas hujan yang dihitung dengan menggunakan model rumus monobe yang menghasilkan debit air lindi sebesar 91,324 m3/hari. Rekomendasi yang diberikan yaitu unit pengolahan bak fakultatif atau bak aerasi dengan besar volume 92 m2 dengan waktu tinggal 6,45 hari dan biaya yang diperlukan Rp 340.874.204,-, sedangkan pada bak aerasi memiliki besar volume 6 m3 dengan waktu tinggal 9 hari dan biaya yang diperlukan Rp 85.769.127,-. Dengan dilakukan evaluasi pada IPL TPAS Sorat diberikan alternatif pengolahan fakultatif atau aerasi agar dapat menurunkan parameter yang telah melewati standar baku mutu.

 

Author Biographies

Silva Priska Dhea, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Lingkungan

Arifin Arifin, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Lingkungan

Aini Sulastri, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Lingkungan

References

Effendi, Helfi. 2003. Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Fardiaz, Srikandi. 1992. Polusi Air dan Udara. Yogyakarta: Kanisius.

Iswanto, Astono, Sunaryati. 2007. Pengaruh Penguraian Sampah Terhadap Kualitas Air Ditinjau Dari Perubahan Senyawa Organik Dan Nitrogen Dalam Reaktor Kontinyu Skala Laboratorium. Jurnal. Volume 4 No 1. Hal 24-29. Jurnal Teknik Lingkungan. Trisakti.

Liu, Hui Hu dan Shu, Xun Sang. 2009. Study On The Law Of Heavy Metal Leaching in Municipal Solid Waste Landfill. School of Resources and Earth Science. China University of Mining and Technology.

Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia. 2013. Peraturan

Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia No. 3 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Metcalf and Eddy. 1991. Wastewater Engineering Treatment Disposal and Reuse, 3rd edition. New York : McGraw Hill.

Metcalf, Eddy, and Inc. 2003. Wastewater Engineering Treatment and Reuse.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor p.59/MENLHK/Setjen/KUM.1/7/201 6 Tentang Baku Mutu Lindi Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah

Praptiwi, E. R. 2017. Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Dan Sistem Daur Ulang Air Hotel Budget Di Kota Surabaya. Tugas Akhir.

Purwanta, W. 2007. Tinjauan Teknologi Pengolahan Leachate di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Perkotaan. Jurnal Air Indonesia Vol. 1(3). Pusat Teknologi Lingkungan. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Jakarta

Raharjo. P. N. 2009. Studi Banding Teknologi Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa

Sawit. Jurnal Teknologi Lingkungan 10(1):9-18

Visvanathan, Professor, Dr. C. 2004. State of the Art Review Landfill Leachate Treatment. Thailand: Environmental Engineering and Management School of Environment, Resources and Development Asian Institute of Technology Klong Luang

Downloads

Published

2024-08-28

Issue

Section

Articles