Pemanfaatan Daun Nanas Sebagai Biosorben Untuk Perbaikan Kualitas Air Gambut
DOI:
https://doi.org/10.26418/jtllb.v12i2.77367Keywords:
Air gambut, biosorben, daun nanas, isoterm adsorpsiAbstract
Daun nanas mengandung antara lain Selulosa, lignin, pektin, lemak, wax, abu, dan zat-zat lain (protein dan asam organik). Kandungan selulosa dalam daun nanas berkisar 70% - 80% yang mampu dijadikan biosorben untuk menyerap logam berat. Air gambut Desa Rasau Jaya Dusun Banjar Rejo memiliki karakteristik fisik bewarna coklat kemerahan dan bau. Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki kualitas air gambut Desa Rasau Jaya Dua Dusun Banjar Rejo dengan memanfaatkan daun nanas sebagai biosorben alami.. Penelitian berskala laboratorium menggunakan jartest dengan sistem batch. Hasil uji air gambut Dusun Banjar Rejo berwarna merah kecoklatan 696 Pt-Co Unit (baku mutu: 15 Pt-Co Unit), pH sebesar 4,2 (baku mutu: 6-9), besi (Fe) sebesar 8,6 mg/L (baku mutu: 0,3 mg/L) dan kandungan zat organik (KMnO4) sebesar 139 mg/L(baku mutu: 10 mg/L). Pengolahan daun nanas menjadi biosorben dengan cara dehidrasi, karbonasi dan aktivasi. Proses aktivasi menggunakan larutan HCl 0,1 selama 24 jam. Biosorben yang dihasilkan bagian yang hilang pemanasan 950 ºC, kadar air, kadar abu, kadar volatil, daya serap iodin, karbon aktif murni, kerapatan jenis curah dan lolos mesh 325 masing-masing yaitu 90,879%, 6,0056%, 9,066%, 85,178%, 582,125 mg/g, 0,055%, 0,434 g/ml dan 9,524%. Kapasitas adsorpsi rata-rata pH, warna, besi dan zat organik (KMnO4) pada biosorben teraktivasi HCl 0,1 M masing-masing sebesar 3,21 mg/g, 351,2 mg/g, 7,18 mg/g dan 23,2 mg/g, mengikuti model isoterm adsorpsi freundlich dengan nilai R2 masing-masing sebesar 1, 0,9997, 0,9991 dan 0,9997.
References
Achmad, R. 2004. Kimia Lingkungan. Bahan Ajar Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Anilza, S. R., D. Syarfi, dan R. Y. Silvia. 2017. “Pengaruh Massa dan Ukuran Partikel Adsorben Daun Nanas terhadap Efesiensi Penyisihan Fe pada Air Gambut.†Jom KTEKNIK
Apriliani, A. 2010. “Pemanfaatan Arang Ampas Tebu sebagai Adsorben Ion Logam Cd, Cr, Cu dan Pb dalam Air Limbah. Skripsi, 54–56.
Darmayanto. 2009. Penggunaan Serbuk Tulang Ayam Sebagai Penurunan Intensitas Warna Air Gambut. Universitas Sumatera Utara.
Hafiyah, S. 2013. “Kinetika Adsorpsi Zat Warna Rhodamin B Menggunakan Karbon Aktif Sekam Padi (Oryza Sativa L).†Journal of Chemical Information and Modeling 53 (9): 1689–1699.
Handayani, A. W. 2013. Penggunaan Selulosa Daun Nanas sebagai Adsorben Logam Berat Cd(II). Surakarta: Skripsi. UNS.
Hassan, A, Z Othman, dan J Siriphanich. 2011. “Pineapple (Ananas comosus L. Merr).†In Postharvest biology and technology of tropical and subtropical fruits, 194–218. Woodhead Publishing.
Herna, P. 2016. Proses Aktivasi Karbon Aktif Granular Tempurung Kelapa (Kajian Konsentrasi Ca(OH)2 dan Tekanan. Tugas Akhir Jurusan Teknologi Industri Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang.
Kyzas, G. Z. 2012. “Commercial Coffe Waste as Materials for Adsorption of Heavy Metals from Aqueous Solutions.†Materials 5: 1826–1840.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Permenkes Nomor 32 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus per Aqua, dan Pemandian Umum
SNI, 1995, SNI 06-3730-1995: Arang Aktif Teknis, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
SNI, 2008, SNI 6989.57: Metode Pengambilan Contoh Air Permukaan
Wagiman dan Desi. 2014. Modul Praktikum Pengendalian Limbah Industri. Yogyakarta: UGM.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The articles in this journal are under the copyright of the author of the article. This article is open access from the journal.