Pengolahan Air Sumur Bor Menjadi Air Bersih Menggunakan Kombinasi Metode Aerasi-Filtrasi (Studi Kasus: Sumur Bor Parit Wa"™gattak, Desa Pal Sembilan, Kecamatan Sungai Kakap)
DOI:
https://doi.org/10.26418/jtllb.v12i3.79760Keywords:
Well water, shell sand filtration, multiple tray aeration, spray aerationAbstract
Air bersih merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat. Masyarakat di Kecamatan Sungai Kakap, Desa Pal Sembilan sebagian besar belum mendapat akses layanan air bersih, sehingga masyarakat menggunakan air sumur bor sebagai atlernatif sumber air bersih. Air sumur bor memiliki karakteristik yang jernih, namun jika dipompakan dan kontak dengan udara, maka besi akan teroksidasi dan membentuk endapan berwarna kuning kecoklatan, endapan tersebut menyebabkan air menjadi keruh dan berwarna kuning. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat pengolahan air sumur bor menjadi air bersih sesuai dengan standar baku mutu PERMENKES No.32 Tahun 2017. Alat pengolahan air sumur bor mengunakan metode aerasi yakni Spray Aerasi dan Multiple Tray Aerasi serta filtrasi mengunakan media filter pasir kerang. Kombinasi metode aerasi-filtrasi ini dapat memungkinan terjadinya oksidasi sehingga unsur besi (Fe) dalam bentuk ferro (Fe2+) dapat berubah menjadi ferri (Fe3+) dalam bentuk endapan. Selanjutnya air akan menuju bak filtrasi yang berisi media pasir kerang untuk menyaring endapan besi. Berdasarkan rata-rata hasil masing-masing penurunan parameter pada penelitian ini yakni Besi (Fe) 2.82 mg/L menjadi mg/L <0,001 mg/L dengan efisiensi 99,9%, Kekeruhan 147,4 NTU menjadi 11,7 NTU efisiensi sebesar 92,1%, Warna 35,6 Pt-Co menjadi 14,2 Pt-Co dengan efisiensi sebesar 60,1% dan yang terakhir pH 5,6 menjadi pH 7,8.
References
Amri, H. dan Amri, S. 2018. Implementasi Teknologi Pengolahan Air Tanah Artesis Menjadi Air Layak Minum di Desa Buruk Bakul. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. 2 No.1: 1-4.
Auliah, I. N. 2019. Efektivitas Penurunan Kadar Besi (Fe) pada Air Sumur dengan Filtrasi Serbuk Cangkang Kerang Variasi Diameter Serbuk. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes. Vol. 10 No.1: 25-33.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kubu Raya. 2021. Kabupaten Kubu Raya dalam Angka 2021. Badan Pusat Statistik: Kubu Raya.
Gultom, Afwani Rahma., Husin, A., Indrawan., I. 2019. Studi Penurunan Kadar Besi (Fe) dalam Air dengan Metode Multiple Tray Aerator di Kelurahan Tegal Sari I Kecamatan Meda Area Kota Medan. Skripsi. Universitas Sumatera Utara: Medan.
Joko,T., dan Rachmawati S. 2016. Variasi Penambahan Media Adsorpsi Kontak Aerasi Sistem Nampan Bersusun (Tray Aerator) Terhadap Kadar Besi (Fe) Air Tanah Dangkal di Kabupaten Rembang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. Vol. 15 No. 1: 1-5.
Kusnaedi. 2010. Mengolah Air Kotor untuk Air Minum. Swadaya: Jakarta.
Manurung, M., Ivansyah, O., dan Nurhasanah. 2017. Analisis Kualitas Air Sumur Bor di Pontianak Setelah Proses Penjernihan dengan Metode Aerasi, Sedimentasi dan Filtrasi. PRISMA Fisika, Vol. 5 No.1: 45-50.
Mulyati, M., dan Yudistira. 2016. Usulan Desain Spray Aerator pada Waste Water Treatment Plant PT Indofood CBP Sukses Makmur, TBK Palembang. Jurnal Sains, Teknologi dan Industri, Vol. 14 No.1: 17-21.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32. 2017. Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, dan Pemandian Umum. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Rasman, dan Saleh., M. 2016. Penurunan Kadar Besi (Fe) Dengan Sistem Aerasi dan Filtrasi Pada Air Sumur Gali (Eksperimen). Jurnal Kesehatan Lingkungan, Vol. 2 No. 2; 159-167.
SNI 6989.58-2008. 2008. Air dan Air Limbah - Bagian 58: Metode Pengambilan Contoh Air Tanah. Badan Standarisasi Nasional: Bandung.
Wiyono, N., Faturrahman, A. dan Syauqiah, I., 2017. Sistem Pengolahan Air Minum Sederhana (Portable Water Treatment). Jurnal Konversi Vol. 6 No.1: 28-36.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The articles in this journal are under the copyright of the author of the article. This article is open access from the journal.