Status Mutu Air Permukaan Di Desa Empangau Hilir Dengan Metode Indeks Pencemaran (IP)
DOI:
https://doi.org/10.26418/jtllb.v12i4.80822Keywords:
air, empangau ahilir, indeks pencemaran, staatus mutuAbstract
Desa Empangau Hilir merupakan salah satu desa di Kecamatan Bunut Hilir dengan luas 44,1 km2. Permukiman dan perkebunan kratom dengan luas 71,19 ± ha dapat berpengaruh terhadap kualitas air permukaan di Desa Empangau Hilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas air sungai di Desa Empangau Hilir menggunakan metode indeks pencemaran dengan parameter DO, BOD, pH, nitrat (NO3), klorida, suhu, fosfat, TSS, dan TDS dan menilai status mutu air Sungai Kapuas di Desa Empangau Hilir. Penelitian ini menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dengan menyesuaikan baku mutu parameter yang berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 lampiran VI baku mutu air sungai kelas II. Kadar BOD dan fosfat melebihi baku mutu air kelas II yang dapat berasal dari penggunaan pupuk NPK dan tercucinya zat organik oleh air hujan sedangkan untuk parameter DO, titik 2 dan 4 tidak memenuhi baku mutu air kelas II dengan konsentrasi DO sebesar 3,60 mg/L dan 3,32 mg/L. Nilai perhitungan metode Indeks Pencemaran (IP) yang didapat dari Sungai Kapuas di Desa Empangau Hilir Kecamatan Bunut Hilir termasuk dalam kategori tercemar ringan. Air permukaan pada Desa Empangau Hilir yang memiliki kategori tercemar ringan masih bisa digunakan karena kategori tercemar ringan memiliki dampak yang diberikan relatif kecil terhadap lingkungan dan kesehatan manusia tetapi dapat menimbulkan dampak negatif apabila terakumulasi.References
Adiwilaga, E. M., Harris, E., & Pratiwi, N. T. (2012). Hubungan antara kelimpahan fitoplankton dengan parameter fisik-kimiawi perairan di Teluk Jakarta. Jurnal Akuatika, 3(2).
Agustiningsih, D. 2012. Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan: Analisis Kualitas Air dan Beban Pencemaran Berdasarkan Penggunaan Lahan di Sungai Blukar Kabupaten Kendal. Universitas Diponegoro. Semarang.
Al-rosyid, L. M. (2019). Hubungan Antara Rasio Bod/Cod Terhadap Partisi Oktanol Air Pada Zat Organik (Doctoral dissertation, tesis).
Amaliah, A. (2012). Analisis Kadar Fosfat, Klorida Dan Timbal Dalam Air Sungai Mamasa Di Kabupaten Mamasa (Doctoral Dissertation, Universitas Hasanuddin).
Andini, V. M., Anjasmara, I. M., & Witasari, Y. (2015). Studi Persebaran Total Suspended Solid (Tss) Menggunakan Citra Aqua Modis Di Laut Senunu, Nusa Tenggara Barat. Geoid, 10(2), 204-213.
Atima, W. (2015). BOD dan COD sebagai parameter pencemaran air dan baku mutu air limbah. BIOSEL (Biology Science and Education): Jurnal Penelitian Science dan Pendidikan, 4(1), 83-93.
Barus, T. A. 2004. Pengantar Limnologi Studi Tentang Ekosistem Sungai dan Danau. Fakultas MIPA. USU, Medan.
Boyd CE. (2015). Water Quality. Switzerland: Springer.
Effendi, Hefni. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius : Jakarta.
Fadmawati, A. P., Nuraini, R. A. T., & Supriyantini, E. (2017). Studi Kandungan Bahan Organik pada Beberapa Muara Sungai di Kawasan Ekosistem Mangrove, di Wilayah Pesisir Pantai Utara Kota Semarang, Jawa Tengah. Buletin Oseanografi Marina, 6(1), 29-38.
Hamuna, B., Tanjung, R. H., & MAury, H. (2018). Kajian kualitas air laut dan indeks pencemaran berdasarkan parameter fisika-kimia di perairan Distrik Depapre, Jayapura.
Hidayat, D., Suprianto, R., & Dewi, P. S. (2016). Penentuan kandungan zat padat (total dissolve solid dan total suspended solid) di perairan Teluk Lampung. Analit: Analytical and Environmental Chemistry, 1(1).
Howerton, R. (2001). Best Management Practices for Hawaiian. Hawaii: Center for Tropical and Subtropical Aquaculture, 37.
Machairiyah, M., Nasution, Z., & Slamet, B. (2020). Pengaruh pemanfaatan lahan terhadap kualitas air Sungai Percut dengan metode Indeks Pencemaran (IP). Limnotek: perairan darat tropis di Indonesia, 27(1).
Riyandini, V. L. (2020). Pengaruh aktivitas masyarakat terhadap kualitas air sungai batang tapakis Kabupaten Padang Pariaman. Jurnal Sains Dan Teknologi, 20(2), 203-209.
Rumanti, M., Rudiyanti, S., & Nitisupardjo, M. (2014). Hubungan antara kandungan nitrat dan fosfat dengan kelimpahan fitoplankton di Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 3(1), 168-176.
Safitri, W. (2015). Kandungan Nitrat Pada Air Tanah di Sekitar Lahan Pertanian Padi, Palawija, Dan Tembakau (Studi di Desa Tanjungrejo kecamatan Wuluhan kabupaten Jember).
Saputri, A. (2014). Analisis sebaran oksigen terlarut pada Sungai Raya. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 2(1).
Sholihin, M., Perwira, I. Y., & Ernawati, N. M. (2021). Bahan organik terlarut dan parameter yang mempengaruhinya di bagian hilir Tukad Mati, Bandung, Bali. Current Trends in Aquatic Science IV, 1, 89-95.
Siregar, M. T. (2004). Road Map Teknologi: Pemantauan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Pengolahan Limbah. Jakarta: LIPI Press.
Slamet, J.S. (2000), Kesehatan Lingkungan, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Tampubolon, A. L. (2017). Analisis Kadar Klorida dan Fosfat pada Sampel Air Badan Air di Kabupaten Tobasa (Doctoral dissertation).
Wardhana, Wisnu. (2004), Dampak Pencemaran Lingkungan (Edisi Revisi), Andi Offset, Yogyakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The articles in this journal are under the copyright of the author of the article. This article is open access from the journal.