Identifikasi Permukiman Pada Kawasan Hutan dan Analisis Pola Sebaran Permukiman di Kecamatan Paloh

Authors

  • Robby Irsan Universitas Tanjungpura
  • Yulisa Fitrianingsih Universitas Tanjungpura
  • Januar Reyhan Izdihaar

DOI:

https://doi.org/10.26418/jtllb.v12i4.81134

Keywords:

Permukiman dalam Kawasan Hutan, Pola Sebaran Permukiman

Abstract

Kecamatan Paloh terletak di Kabupaten Sambas pada Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki fungsi kawasan hutan yang besar berdasarkan SK 733 Tahun 2014 yang mencapai 8,3 juta hektar. Masalah yang dapat ditimbulkan dari lebih besarnya luas fungsi kawasan hutan dibandingkan kawasan non hutan di suatu wilayah adalah dapat terjadinya tumpang-tindih lahan antara lahan permukiman dengan kawasan hutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui luas permukiman yang masuk ke dalam fungsi kawasan hutan dan menganalisis pola sebaran permukiman. Hasil overlay peta menunjukkan terdapat permukiman yang berada di dalam kawasan hutan yaitu pada kawasan hutan produksi dan taman wisata alam dengan luas sebesar 16,8 ha atau 4,38 % dari luas keseluruhan permukiman. Bentuk sebaran permukiman di kecamatan paloh adalah linear atau memanjang yang terbangun mengikuti arah jalan. sebagian besar jalan lokal ini sudah berada pada kawasan APL dengan panjang 110,35 km (79%) yang membuat permukiman yang terbangun di dalam kawasan hutan memiliki luas yang rendah karena perkembangan permukiman di Kecamatan Paloh terjadi di sepanjang jalan. Berdasarkan analisis tetangga terdekat semua desa yang ada di Kecamatan Paloh menunjukkan pola sebaran yg mengelompok dengan nilai T semua desa yg berada di bawah 0,71.

Author Biographies

Robby Irsan, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Lingkungan

Yulisa Fitrianingsih, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Lingkungan

Januar Reyhan Izdihaar

Jurusan Teknik Lingkungan

References

Agung, Ruandha. 2018. Status Hutan dan Kehutanan di Indonesia 2018. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Jakarta.

Chamdani, M. C. 2021. Masa Depan Penyelesaian Penguasaan Tanah di dalam Kawasan Hutan Pasca-Pengaturan Kembali Luas Kawasan Hutan yang Harus Dipertahankan dalam UU Cipta Kerja. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 7(2), 221-253.

Manik, S. S., Martanto, R., & Salim, M. N. 2021. Potensi Tanah untuk Reforma Agraria dalam Kawasan Hutan di Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Tunas Agraria, 4(3), 320-339.

Octorio, A., & Christanto, J. 2014. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola sebaran perumahan di Kabupaten Sleman. Jurnal Bumi Indonesia, 3(3).

Pratiwi, N. N. 2020. Kajian Tipologi Pedesaan Dalam Mengatasi Disparitas Wilayah Perbatasan Kecamatan Paloh. Uniplan: Journal of Urban and Regional Planning, 1(1), 31-39.

Salim, M. N., Wulan, D. R., & Pinuji, S. 2021. Reconciling community land and state forest claims in Indonesia: A case study of the Land Tenure Settlement Reconciliation Program in South Sumatra. Forest and Society, 5(1), 1-22.

Salouw, E., & Pramono, R. W. D. 2022. Typology of Tourism Village Settlement in Indonesia. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 10(3), 295-304.

Sutaryono, S., & Gumelar, D. T. 2018. Strategi Percepatan Penataan Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan Untuk Reforma Agraria Di Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat (Studi Di Desa Tiga Berkat Dan Desa Suka Bangun). Project Report. PPPM, Yogyakarta.

Wijaya, A., Astiani, D., & Ekyastuti, W. 2021. Keanekaragaman Jenis Vegetasi di Hutan Mangrove di Desa Sebubus Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas. Jurnal hutan lestari, 9(1), 93-101.

Wulandari, N. D., & Setyowati, D. L. 2020. Analisis Pola Persebaran Permukiman Tahun 1998, 2006 Dan 2019 di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Geo-Image, 9(1), 65-71

Downloads

Published

2024-10-10