Analisis Indeks Bahaya Erosi (IBE) Sub Das Pinoh
DOI:
https://doi.org/10.26418/jtllb.v12i4.81941Keywords:
Erosi, Kawasan Sungai, Indeks Bahaya Erosi, Metode USLEAbstract
Kawasan Sungai Pinoh yang merupakan bagian dari DAS Melawi, di Kalimantan Barat, merupakan kawasan yang rentan terhadap bahaya erosi. Wilayah ini ditandai oleh topografi yang curam dan penggunaan lahan yang intensif. Dan curah hujan tinggi juga menjadi faktor terhadap bahaya erosi. Penelitian ini bertujuan untuk analisis penentuan Indeks Bahaya Erosi (IBE) di Sub DAS Pinoh dan bagaimana rekomendasi konservasi tanah yang tepat untuk mengurangi besar Indeks Bahaya Erosi yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pada penelitian ini digunakan data primer yaitu sampel tanah pada beberapa bagian di Kawasan Sungai Pinoh, dokumentasi dan koordinat. Dan juga digunakan data sekunder berupa peta tematik, Data Curah Hujan, Peta Tutupan Lahan, Peta Jenis Tanah. Untuk menganalisis Indeks Bahaya Erosi (IBE) digunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Berdasarkan dari hasil analisis laju erosi dan tingkat bahaya erosi maka dapat disimpulkan bahwa Faktor-faktor penyebab erosi di Kawasan Sungai Pinoh adalah faktor erosivitas oleh curah hujan tinggi. Faktor Erodibilitas oleh jenis tanah yang dominan adalah tanah ultisol yang peka terhadap erosi. Faktor kemiringan lereng tidak berpengaruh dikarenakan datar. Faktor tutupan lahan yang didominasi oleh pertanian lahan kering bercampur semak yang rentan erosi. Dan hasil analisis tingkat bahaya erosi secara alami tanpa tindakan dikategorikan sangat tinggi yaitu untuk kemiringan lereng 0-8%, jenis tanah Histosol 4083.707 ton/ha/tahun, Inceptisol adalah 3827.190 ton/ha/tahun, jenis tanah Oxisol 3830.232 ton/ha/tahun dan Utilosol adalah 4198.580 ton/ha/tahun. Setelah dilakukan tindakan konservasi Kawasan Sungai Pinoh, hasil yang diperoleh dari tindakan konservasi struktural menggunakan konstruksi baik adalah tingkat bahaya erosi di Kawasan Sungai Pinoh berkurang hingga 48%.
References
Akbar, A., Monde, A., & Khaliq, A. (2023). Indeks Bahaya Erosi (IBE) pada Beberapa Penggunaan Lahan di Desa Sumari Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala. Agrotekbis: Jurnal Ilmu Pertanian (e-journal), 11(5), 1068-1076.
Dianasari, Q. A. (2018). Analisis Pengendalian Erosi dan Sedimen dengan Arahan Konservasi lahan di DAS Genting Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).
Hartono, R. (2016). Identifikasi Bentuk Erosi Tanah Melalui Interpretasi Citra Google Earth di Wilayah Sumber Brantas Kota Batu. Jurnal Pendidikan Geografi, 21(1).
Imani, R. S., Andawayanti, U., & Suhartanto, E. (2023). Analisis Erosi dan Arahan Konservasi Lahan pada DAS Gembong Kabupaten Pasuruan Berbasis Sistem Informasi Geografis. Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air, 53-64.
Osok, R. M., Talakua, S. M., & Gaspersz, E. J. (2018). Analisis Faktor-faktor Erosi Tanah, dan Tingkat Bahaya Erosi dengan Metode Rusle di DAS Wai Batu Merah Kota Ambon Provinsi Maluku. Jurnal Budidaya Pertanian, 14(2), 89-96.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The articles in this journal are under the copyright of the author of the article. This article is open access from the journal.