Analisis Kelayakan Ekonomi Koagulan Biji Kelor dalam Menurunkan Konsentrasi Parameter Limbah Cair Tahu

Authors

  • Ruth Stefanie Sinaga Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Wilma Nurrul Adzillah Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Okti Dinasakti Nurul Mentari Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.26418/jtllb.v13i2.94320

Keywords:

Moringa Seed, Biocoagulant, Tofu Wastewater, Economic Feasibility

Abstract

The tofu industry in Karawang Regency produces liquid waste with high BOD, COD, and TSS content that can pollute the environment. The study aims to test the effectiveness of moringa seeds (Moringa oleifera) as a natural coagulant in reducing these pollutant parameters and to assess its economic feasibility. The method used involved laboratory testing with coagulation-flocculation processes using varying doses of moringa seed powder (11g, 13g, 15g, and 17g), followed by analysis of BOD, COD, and TSS. Financial viability was analyzed using the NPV, IRR, and Net B/C Ratio indicators. The results showed that a dose of 13 grams reduced COD by 57.51% and BOD by 34.63%, while TSS decreased by 59.06% at a dose of 11 grams. Financial analysis indicates that the use of moringa seeds as a coagulant is feasible with an NPV of Rp5,754,422, an IRR of 13.75%, and a Net B/C Ratio of 1.09. Thus, moringa seeds have proven to be effective and economical as a natural coagulant in soybean curd wastewater treatment and can serve as an environmentally friendly alternative for small-scale industries.

Author Biographies

Ruth Stefanie Sinaga, Universitas Singaperbangsa Karawang

Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang, Karawang

Wilma Nurrul Adzillah, Universitas Singaperbangsa Karawang

Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang, Karawang

Okti Dinasakti Nurul Mentari, Universitas Singaperbangsa Karawang

Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang, Karawang

References

Afwa, R. S., Rudolf Muskananfola, M. R., & Rahman, A. (2021). Analysis of the Load and Status of Organik Matter Pollution in Beringin River Semarang. Indonesian Journal of Chemical Science, 10(3), 169–178. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs

Amalia, R. N., Shalaho Dina Devy, Angga Syfa Kurniawan, Nur Hasanah, Elisa Destephani Salsabila, Dira Anis Ageung Ratnawati, Febry Muhammad Fadil, Nur Aqsan Syarif, & Guntur Arsi Aturdin. 2022. Potensi Limbah Cair Tahu sebagai Pupuk Organik Cair di RT. 31 Kelurahan Lempake Kota Samarinda. ABDIKU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman, 1(1), 36–41. https://doi.org/10.32522/abdiku.v1i1.38

Arninda, A., Asdiana, A., & Sari, I. (2024). Pengaruh Variasi Koagulan Kulit Jeruk Untuk Menurunkan Total Suspended Solid ( Tss ) Pada Limbah Air Tahu. 3, 92–96

Bangun, A. R., Aminah, S., Hutahaean, R. A., & Ritonga, M. Y. 2013. Pengaruh kadar air, dosis dan lama pengendapan koagulan serbuk biji kelor sebagai alternatif pengolahan limbah cair industri tahu. Jurnal Teknik Kimia USU, 2(1), 7–13. https://doi.org/10.32734/jtk.v2i1.1420

Harahap, J., Ashari, T. M., & Munar, C. H. 2022. Pemanfaatan serbuk biji kelor (Moringa oleifera) sebagai biokoagulan pada pengolahan air limbah penatu. AMINA, 4(1), 7–16. https://doi.org/10.22373/amina.v4i1.2468

Indah, L. S., Soedarsono, P., & Hendrarto, B. 2014. Kemampuan eceng gondok (Eichhornia sp.), kangkung air (Ipomea sp.), dan kayu apu (Pistia sp.) Dalam menurunkan bahan organik limbah industri tahu (skala laboratorium). Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 3(1), 1–6. https://doi.org/10.14710/marj.v3i1.4280

Irmayana, I., Hadisantoso, E. P., & Isnaini, S. 2017. Pemanfaatan biji kelor (Moringa oleifera) sebagai koagulan alternatif dalam proses penjernihan limbah cair industri tekstil kulit. Jurnal ISTEK, 10(2)

Muliyah, P., Aminatun, D., Nasution, S. S., Hastomo, T., & Sitepu, S. S. W. 2020. Statistik sektoral Karawang. Journal GEEJ, 7(2).

Nisa, M. (2022). Pemanfaatan Tanaman Biji Kelor (Moringa Oleifera Seeds) Sebagai Biokoagulan Dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu. Uin Ar-Raniry, 1–50.

Putri. 2023. Pengolahan limbah cair rumah pemotongan ayam dengan kombinasi metode aerasi terdifusi dan biosand filter. Nucl. Phys., 13(1), 104–116.

Septianingtyas, H., & Hayati, M. 2022. Manajemen produksi dan kelayakan finansial tambak udang vanamei CV Indah Grup di Kabupaten Sumenep. Agriscience, 3(2), 385–597. https://doi.org/10.21107/agriscience.v3i2.15542

Shahira, N. 2023. Kemampuan biokoagulan biji kelor (Moringa oleifera) untuk Menurunkan kadar tss dan cod pada limbah cair rph kota banda aceh. Nucl. Phys., 13(1), 104–116.

Syahbilla, O. 2023. Optimalisasi Penggunaan Serbuk Biji Kelor(Moringa oleifera) sebagai Koagulan Alami pada Limbah Cair Industri Tahu. 1–75. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/47480

Sari, W. P., & Obadja, N. N. 2023. Analisis studi kelayakan bisnis pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kue Bangkit Kenanga ditinjau dari aspek pemasaran dan manajemen. EKONOMIKA45: Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi Bisnis, Kewirausahaan, 11(1), 439–449. https://doi.org/10.30640/ekonomika45.v11i1.1880

Wahyuningtyas, Andhini Novriyanti. 2023. Penerapan biofilter menggunakan sistem anaerob dalam pengolahan limbah cair pabrik tahu ikm afifah palu - Eprints ITN Repository. Itn.ac.id.

Downloads

Published

2025-07-29

Issue

Section

Articles