Pengaruh Penambahan Tepung Jagung Terhadap Silase Ampas Tebu Kuning

Authors

  • Syamsul Anuar Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia
  • Yuli Rohayeti Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia
  • Yuli Arif Tribudi Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26418/jpb.v1i2.73160

Keywords:

Ampas tebu kuning, Saccharum officinarum, Tepung jagung

Abstract

Tebu (Saccharum officinarum) merupakan tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Produks gula menghasilkan ampas tebu yang memiliki kandungan selulosa yang tinggi dan ketersediaanya melimpah sehingga berpotensi sebagai pakan alternatif ternak ruminansia dengan cara dibuat silase.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jagung terhadap silase ampas tebu kuning. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Lengkap dengan enam perlakuan dan empat ulangan sehingga terdapat 24 perlakuan. Masing-masing perlakuan menggunakan ampas tebu kuning sebanyak 2 kg dengan penambahan tepung jagung. Perlakuan dalam penelitian terdiri dari 1) P0: tanpa tepung jagung ( kontrol); 2) P1: tepung jagung (1%); 3) P2: tepung jagung (2%); 4) P3: tepung jagung (3%); 5) P4: tepung jagung (4%); 6) P5: tepung jagung (5%). Analisis statistik dilakukan dengan sidik ragam (anova), jika hasil anova menunjukan pengaruh nyata atau sangat nyata, maka untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Penambahan   tepung jagung terhadap silase ampas tebu kuning memberikan pengaruh yang nyata terhadap bahan kering dan berpengaruh tidak nyata terhadap aroma, warna dan pH. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung jagung dapat meningkatkan bahan kering silase ampas tebu kuning. Penambahan tepung jagung 1% sebayak 20 gram menghasilkan bahan kering tertinggi yaitu 50,37 ± 1,03%.

References

AOAC. 1980. Official Methods of Analysis of the Associaton of Official Analytical Chemist. Edisi Ke Riga. PO BOX 540. Benjamin Franklin Station Washington DC 2004.

Lado, L. 2007. Evaluasi Kualitas Silase Rumput Sudan (Sorghum sudanense) pada Penambahan Berbagai Macam Aditif Karbohidrat Mudah Larut. Tesis: Pascasarjana Program Studi Ilmu Peternakan Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada.

McDonald. P, A.R. Henderson and S.J.E. Heron. 1991. The Biochemistry of Silage. 2nd ed. Cambrian Printers Ltd. Aberystwyth: Jurnal pp. 184-236.

Pangestu, E. 2003. Evaluasi Potensi Nutrisi Fraksi Pucuk Tebu pada Ternak Ruminansia. Med. Pet. 5: 65-70

Sandi. S, E. Leconib, A. Sudarman, K. G. Wiryawan dan D. Mangundjaja. 2010. Kualitas Nutrisi Silase Berbahan Baku Singkong yang Diberi Enzim Cairan Rumen Sapi dan Leuconostoc mesenteroides. Media Peternakan. 33(1): 25-30.

Saun. R. J. V and A.J. Heinrichs. 2008. Troubleshooting Silage Problems: How to Identify Potential Problem. In: Proceedings of the Mid-Atlantic Conference. Pennsylvania, 26-26 May 2008. Penn State’s Collage. 2-10..

Stefani, J. W. H., F. Driehuis, J. C. Gottschal, and S. F. Spoelstra. 2010. Silage fermentation Processes And Their Manipulation: 6-33. Electronic Conference On Tropical Silage. Food Agriculture Organization

Tjokroadikoesoemo, P. S. dan A.S. Baktiar. 2005. Ekstraksi Nira Tebu. Yayasan Pembangunan Indonesia Sekolah Tinggi Teknologi Industri

Downloads

Published

2022-08-30

Issue

Section

Articles