Pertumbuhan Dan Hasil Rumput Gajah Odot (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Dengan Pemberian Pupuk Kotoran Puyuh Sebagai Hijauan Pakan Ternak
DOI:
https://doi.org/10.26418/jpb.v2i2.73176Keywords:
elephant grass, odot elephant grass (pennisetum Purpureum cv. Mott), quail droppingsAbstract
Rumput Gajah Odot (Pennisetum purpureum Cv. Mott) merupakan salah satu hijauan pakan ternak yang mengandung hampir semua nutrisi yang diperlukan ternak.. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk kotoran puyuh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil Rumput Gajah Odot. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri atas lima perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan terdiri dari tiga sampel tanaman, sehingga terdapat 75 tanaman. Perlakuan dalam penelitian terdiri dari 1) P0: tidak diberi pupuk kotoran puyuh 2) P1: 5% pupuk kotoran puyuh dari berat tanah setara dengan 500 g/polybag, 3) P2: 10% pupuk kotoran puyuh dari berat tanah setara dengan 1.000 g/polybag, 4) P3: 15% pupuk kotoran puyuh dari berat tanah setara dengan 1.500 g/polybag, 5) P4: 20% pupuk kotoran puyuh dari berat tanah setara dengan 2.000 g/polybag. Parameter pengamatan pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat segar, berat kering dan protein kasar Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis keragaman (Anova) melalui uji F pada taraf 5%. Jika analisa keragaman berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran puyuh pada dosis 20% (2.000 g/polybag) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 6 MST, jumlah daun 6 MST, jumlah anakan 2 MST, 5 MST dan 6 MST, berat segar tanaman dan protein kasar serta berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 1 MST, 2 MST, 3 MST dan 5 MST, jumlah daun 2 MST, 3 MST, 4 MST dan 5 MST, jumlah anakan 3 MST, dan 4 MST dan berat kering tanaman. Kesimpulan pemberian pupuk kotoran puyuh dosis 20% setara dengan 2.000 g/polybag dari berat tanah menghasilkan pertumbuhan dan hasil Rumput Gajah Odot yang terbaik.References
Agrotek.2020.https://agrotek.id/syarat tumbuh-tanaman-rumput gajah/. Diakses 24 Agustus 2021
Haryanti, S. 1989. Respon Pertumbuhan Jumlah dan Luas Daun Nilam (Pogostemon cablin Benth) pada Tingkat Naungan yang Berbeda. Jurnal. Vol. 10. No. 1. 2009: 18 – 29. Semarang: UNDIP Press.
Heddy, S. 1994. Biologi Pertanian, Tinjauan Singkat Tentang Agronomi, Fisiologi, Sistematika, dan Genetika Dasar Tumbuh- Tumbuhan. Jakarta. Rajawali Press.
Huri, E, dan Syafriadiman. 2007. Jenis dan Kelimpahan Zooplankton dengan Pemberian Dosis Pupuk Kotoran Burung Puyuh yang Bebeda. Jurnal Berkala Perikanan Terubuk. 35 (1): 1-19
Ifradi, M. P dan Elsifitriana. 2012. Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang dan Mulsa Jerami Padi Terhadap Produksi dan Nilai Gizi Rumput Raja (Pennisetum purpuphoides) pada Tanah Podzolik Merah Kuning. Jurnal Peternakan dan Lingkungan. 10: 31- 40.
Kusuma, M.E. 2014. Respon Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) terhadap Pemberian Pupuk Majemuk. Jurnal Ilmu Hewani Tropika 3 (1):6 – 11
Larcher, W. 1975. Physiological Plant Ecology : Ecophysiology and Stress Physiology of Functional Groups. Third Edition. Springer. New York :139-148 pp.
Lasamadi, R. D, S. S. Malalantang, Rustandi dan S. D. Anis. 2017. Pertumbuhan dan Perkembangan Rumput Gajah Dwarf (Pennisetum purpureum Cv. Mott) yang Diberi Pupuk Organik Hasil Fermentasi EM4. Zootek J. 32:158-171
Macpherson. N. 2000. A Yeast Taf17 Mutant Requires the Swi6 Transcriptional Activator for Viability and Shows Defects in Cell Cycleregulated Transcription. Journal Genetics 154(4):1561-76.
Manurung, R. F., C. Zulia dan S. S. Ningsih. 2019. Respon Pemberian Pupuk Kotoran Burung Puyuh dan Pupuk Bokasi Enceng Gondok terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L). Bernas Agricultural Research Journa. Volume 15. No 3.
Mansyur. U, H. Tanuwiria dan D. Rusmana. 2006. Eksplorasi Hijauan Pakan Kuda dan Kandungan Nutrisinya. Bandung: Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran
Moran, J. 2005. Tropical Dairy Farming Feeding Management for Small Holder Dairy Farming in the Humid Tropics. Landlink Press.
Musnamar, E. I. 2006. Pupuk Organik. Jakarta: Penebar Swadaya
Nurnasari, E. dan Djumali. 2010. Pengaruh Kondisi Ketinggian Tempat terhadap Produksi dan Mutu Tembakau. Temanggung: bultas 2(2): 45-99. http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/ind ex.php/bultas/article/view/1559.
Purwawangsa, H dan B. W. Putera. 2014. Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Penggemukkan Sapi. Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan. vol 1 No 2 hal: 92-96.
Ramaiyulis dan Nilawati. 2009. Buku Ajar Bahan Protein dan Formulasi Ransum. Padang: Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.
Rukmana. R. 2005. Rumput Unggul Hijauan Makanan Ternak. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Ressie, M. L, M. L. Mullik dan T. D. Dato. 2018. Pengaruh Pemupukan dan Interval Penyiraman terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Gajah Odot (Pennisetum purpereum Cv. Mott). Jurnal Sain Peternakan Indonesia. No 3. Vol. 7
Sahari, P. 2005. Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Krokot Landa (Talinum triangulare Willd). Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Agroland, No 3 Vol. 16 Hal 36-42.
Seseray. D. S, S. Budi dan N. L Marlyn. 2013. Produksi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) yang Diberikan Pupuk N, P, dan K dengan Dosis 0,50 dan 100% pada Devoliasi Hari ke-45. Jurnal Sains Peternakan, No 1 Vol.11 Maret 2013 hal 49-55. ISSN 1693-8828.
Setyorini. Y, Setiadi dan T.R. Hastuti. 1998. Pupuk Organik. Jakarta: Penebar Swadya.
Sirait. J, A. Tarigan, dan K. Simanihuruk. 2015. Karakteristik Morfologi Rumput Gajah Kerdil (Pennisetum purpureum cv. Mott) pada Jarak Tanam Berbeda di Dua Agroekosistem di Sumatera Utara. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan: 643 – 649
Sudaryono. 2001. Pengaruh Pemberian Bahan Pengkondisi Tanah terhadap Sifat Fisik dan Kimia Tanah Pada Lahan Marginal Berpasir. Jurnal Teknologi Lingkungan.Vol.2, No. 1.
Suhartono, R. A, Z. M. Z. Zaed dan A. Khoiruddin. 2008. Pengaruh Interval Pemberian Air terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glicine maxx (L) Merril) pada Berbagai Jenis Tanah. Jurnal Embryo. 5(1) : 36-41.
Suratmini. P, S. Yuhaeni, N. D. Purwantari dan E. Sutedi. 1997. Pengaruh Pertanaman Campuran Leguminosa Arachis dengan Dua Jenis Rumput pada Berbagai Tingkat Pemupukan Nitrogen terhadap Produksi Hijauan Pakan. Bogor: Balai Penelitian Ternak.
Sutejo, M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta
Tillman, D. A., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosoekotjo. 1989. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada Press.
Wildan, A. 2015. Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott). http:www.kampungternak.com/rumputodot. akses 24 Februari 2021.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Siti Patmawati, Yeti Rohayeti, Duta Setiawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors retain the copyright and have full control over their own published scholarly work. This allows the scientific community to have free and immediate access to the content as soon as the work is published online. Authors grant us the right of first publication and dissemination of the articles.
[NAMA JURNAL] is an open-access journal in accordance with the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
(CC BY-SA 2.0) License that allows others to Share "” copy and redistribute the material in any medium or format; Adapt "” remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.