Kualitas Nutrisi Dan Akseptabilitas Abon Ayam Petelur Afkir Dengan Penambahan Jantung Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L)

Authors

  • NATALIKE DEWANTY UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK
  • RETNO BUDI LESTARI
  • DELA HERAINI

DOI:

https://doi.org/10.26418/jpb.v3i1.83021

Keywords:

ayam petelur afkir, abon, jantung pisang kepok

Abstract

abon adalah suatu jenis makanan kering berbentuk   khas, dibuat dari daging, direbus disayat-sayat, dibumbui, digoreng dan dipres. Abon dibuat dari daging yang diolah sedemikian rupa sehingga memiliki karakteristik kering, renyah dan gurih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan jantung pisang kepok (Musa paradisiaca L.) pada abon ayam petelur afkir terhadap kualitas nutrisi dan akseptabilitas. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 = abon ayam petelur afkir tanpa jantung pisang kepok (kontrol), P1 = substitusi jantung pisang kepok 10%, P2= substitusi jantung pisang kepok 20%, P3= substitusi jantung pisang kepok 30% dan P4= subtitusi jantung pisang kepok 40% Hasil penelitian, penambahan jantung pisang kepok yang berbeda mempengaruhi kadar protein, warna, rasa, aroma dan tekstur menyatakan berpengaruh nyata (P<0,05) sedangkan kadar lemak tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Semakin tinggi level penambahan jantung pisang kepok, warna, tekstur, aroma dan rasa meningkat, sedangkan kadar lemak, dan protein mengalami penurunan pada penambahan 20%, 30% dan 40%. Konsentrasi terbaik pada penelitian ini terdapat pada perlakuan P3 (70% daging ayam petelur afkir dengan penambahan jantung pisang kepok 30%).

References

(AOAC) Association of Official Analytical Chemists. 2005. Official Methods of Analysis of AOAC International. 18 ’ ’ ͪ Edition. Gaithersburg: AOAC International.

Aziz, M,Z. 2012. Pengaruh Promosi dan Cita Rasa Terhadap Jumlah Pembelian Ayam Bakar di Rumah Makan Wong Solo Makassar. Sosial Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimatan Barat. 2022. Populasi ayam petelur di Kalimantan Barat 2020-2022. Pontianak : Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat.

Fachruddin, L. 1997. Membuat Aneka Abon. Kanisius. Yogjakarta.

Gillespie, J. R. and Flanders, F. B. 2010. Modern Livestock and Poultry Production. 8th edn.

Irawati, A., Warnoto, W., & Kususiah, K. (2015).Pengaruh Jamur Tiram Putih(Pleurotus Ostreatus) Terhadap PH, DMA,Susut Masak dan Uji Organoleptik Sosis Daging Ayam Broiler. Jurnal Sain Peternakan Indonesia , 10(2), 125–135.

Kartika, B. 1988. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan: Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Pryanto. 2015. Pengambilan Zat Warna Alami dari Buah Mangrove Spesies Rhizopora Mucronata . Jurnal Inovasi Teknik Kimia. 3 (1).

Pujirahayu, D. Sabtu, B. Malelak, G. E. M. 2021. Kualitas Kimia dan Organoleptik Abon Daging Burung Puyuh Afkir (Conturnix Japonica) yang di subtitusi Jantung pisang Kepok (Musa parasdisiaca L). Jurnal peternakan Lahan Kering vol 3

SNI No. 01-3707-1995, Abon, Dewan Standarisasi Nasional, Jakarta

Soeparno . 2005. Ilmu dan Teknologi Daging. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sulthoniyah TS, Sulistiyati DT dan Suprayitno E. 2013. Pengaruh Suhu Pengukusan terhadap Kandungan Gizi dan Organoleptik Abon Ikan Gabus (Ophiocephalus Striatus). Thpi Student Journal. I (1) : 33-45

Downloads

Published

2024-02-28

Issue

Section

Articles