Otonomi dan Pemberdayaan : Refleksi Pendidikan Bagi Pemberdayaan Perempuan

Authors

  • M. Syukri

DOI:

https://doi.org/10.26418/jvip.v2i1.364

Abstract

Perubahan-perubahan perilaku perempuan dimediasi oleh akuisisi mereka terhadap “otonomi” (kemandirian). Sementara otonomi-diri atau keberdayaan perempuan pada umumnya dikondisikan oleh stratifikasi gender dan otoritas patriarkal mayarakat di mana mereka tinggal, ternyata pendidikan juga dapat meningkatkan kemandirian/keberdayaan perempuan. Jejeebhoy (l996) menandaskan bahwa ada lima aspek kemandirian perempuan yang saling bergantung antara satu dengan yang lainnya, khususnya yang dipengaruhi oleh pendidikan, yaitu: otonomi pengetahuan, otonomi dalam membuat-keputusan, otonomi fisik, otonomi emosional, otonomi ekonomi dan sosial dan percaya-diri. Meskipun teori-teori belajar sosial dapat membantu menjelaskan hubungan antara persekolahan dan perubahan perilaku, namun sekolah bukanlah satu-satunya lingkungan (setting) dimana individu dapat mengamati perilaku-perilaku baru dan memdapatkan “sense of self-efficacy” yang dibutuhkan untuk mengadopsi perilaku-perilaku baru tersebut.

 

Kata-kata Kunci: autonomy (keberdayaan), empowering (pemberdayaan)

Downloads

Published

2012-06-08