Mengembangkan Kecerdasan Emosional pada Anak Taman Kanak-Kanak Sebagai Upaya Menciptakan Anak Cerdas, Ceria dan Berakhlak
DOI:
https://doi.org/10.26418/jvip.v2i1.68Abstract
Kemampuan bersosialisasi anak serta rasa empati terhadap keadaan di sekitar dapat dipupuk sejak dini. Karena pada periode ini merupakan “Masa Emas” atau disebut juga “The Golden Age” yang hanya terjadi satu kali dalam perkembangan kehidupan seorang manusia sehingga merupakan masa yang tepat untuk membentuk watak dan kepribadian anak. Pendidikan mental anak, merupakjan salah satu program pengajaran di Taman Kanak-kanak. Jadi, di usia TK anak tak melulu diajari kemampuan membaca dan menulis saja Selama ini orang tua lebih terfokus agar anak-anaknya bisa membaca dan menulis sebelum masuk ke SD, dan kurang memerhatikan aspek kesiapan mental. Anak TK yang akan masuk ke SD masih memiliki emosi yang labil, sering mengeluh, manja, dan belum mau berpisah dengan orang tuanya. Ada pula anak yang tidak mampu berinteraksi dengan anak lainnya, karena tidak siap mental. Dalam beberapa konsep pendidikan anak usia dini, disebutkan kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual jauh lebih penting daripada kecerdasan intelektual (IQ).
Kata Kunci : Kecerdasan Emosional, mesa emas, nilai agama.Downloads
Published
Issue
Section
License
All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. Under the CC-BY-NC license, Creative Commons Attribution NonCommercial 4.0 International License http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/ This license permits use, distribution and reproduction in any medium for non-commercial purposes, provided the original work and source is properly cited.