PENANGKAPAN GAS METANA DI LAHAN RAWA GAMBUT UNTUK MENCEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN ENERGI TERBARUKAN DI KALIMANTAN BARAT
DOI:
https://doi.org/10.26418/pedontropika.v2i1.15694Abstract
Lahan gambut tropical memainkan peraran penting dalam siklus C global sebagai sumber lebih dari 70 Gt karbon. Jumlah karbon yang sangat besar menjadikan lahan gambut tropical sebagai sumber utama gas metana (CH4) atmosfer. Emisi CH4 dari lahan gambut sebesar 100 sampai 231 Tg CH4 per tahun. CH4 dalam gas dapat diperbaiki dan digunakan sebagai sumber energy. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan dan potensi gas methan untuk mencegah kebakaran hutan pada lahan gambut berkaitan dengan sumber energy yang dapat diperbaharui. Penelitian dilakukan di Desa Sepuk Laut, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Gas metana ditangkap dengan menggunakan perangkap keramik berbahan bakar pada temperature 1050 oC. Gas metana di Desa Sepuk Laut yang dekat dengan sungai bulan merupakan emisi yang lebih besar. Penggunaan gas metana sebagai energy yang dapat diperbaharui untuk menurunkan penghangatan global dan kebakaran di hutan rawa gambut. Penggunaan gas metana sebaiknya tidak menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.
Keyword: energi yang dapat diperbaharui, lahan gambut, metana, penghangatan globalPublished
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- The copyright of the accepted for publication articles shall be assigned to Pedontropika as the publisher of the journal. The intended copyright includes the rights to publish articles in various forms (including reprints).
- Pedontropika maintain the publishing rights of the published articles.
- Authors are permitted to republish or disseminate published articles by sharing the link/DOI of the article at Pedontropika. Authors are allowed to use their articles for any legal purposes deemed necessary without written permission from Pedontropika with an acknowledgement of initial publication to this journal.