Analysis of Land Water Balance to Set The Planting Time of Upland Rice in Kampar District

Authors

  • Asri Dwilika Pratiwi Universitas Riau
  • Besri Nasrul Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.26418/pedontropika.v8i2.58827

Keywords:

land water balance, planting time, upland rice, Kampar District

Abstract

Upland rice productivity in Kampar has decreased due to inappropriate planting time with rainfall. Plant water needs will not be met during the dry season and are at risk of crop failure. This study aims to determine the level of availability of groundwater based on land water balance analysis and determine the planting time of upland rice. The method used in this research was a survey method. Soil data of bulk density, field capacity water content, permanent wilting point moisture content, soil texture, and C-organic content were obtained with ring and composite soil samples. Soil sampling points were determined based on the results of overlaying the soil map and land use map using GIS techniques. Climate data for the period 1990"“2019 was obtained from the Sumatra River Region III Center. Analysis of land water balance was carried out using the Thornthwaite-Matter method. The results showed that Kampar Regency was classified as a wet area with an annual rainfall of 2,508 mm (Oldemann D1). Soil water content was classified as a sufficient criterion every month, except for June"“August. The planting of upland rice at SLH 1"“SLH 7 (inpago variety) can be done in January, May, and September, while at SLH 8, it is done in January and September. Planting using local varieties at SLH 1"“SLH 7 can be done in February and September, while at SLH 8, it is done in March and September. Alternatif planting can also be done by planting inpago varieties in February and local varieties in September.

References

Bakri, I., A. R. Thaha & I. Isrun. (2017). Status beberapa sifat kimia tanah pada berbagai penggunaan lahan di DAS Poboya Kecamatan Palu Selatan (Doctoral dissertation, Tadulako University). Jurnal Agrotekbis, 4(1): 16–23.

Balai Besar Penelitian Padi. 2010. Deskripsi Varietas Padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. Jakarta.

Romdon, A.S., E. Kurniyati, S. Bahri. (2014). Kumpulan Deskripsi Varietas Padi. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah. 261 Hal. ISBN 978-979-9007-79-7.

Brouwer, C., A. Goffeau, and M. Heibloem. (1985). Chapter 2 - Soil and Water. Irrigation Water Management: Training Manual No. 1 - Introduction to Irrigation. Food And Agriculture Organization (FAO) of The United Nations. Rome, Italy. http://my.unri.ac.id/Ur4N2i

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau. (2017). Buku Statistik Pangan. Pekanbaru. Hal 83–84.

Dinas Ketahanan Tanaman Pangan Provinsi Riau. (2019). Buku Statistik Pangan. Pekanbaru. Hal 110–111.

Djufry, F. 2012. Pemodelan neraca air tanah untuk pendugaan surplus dan defisit air untuk pertumbuhan tanaman pangan di Kabupaten Merauke, Papua. Jurnal Informatika Pertanian, 21(1): 1–9.

DõÂaz-Zorita, M. and G.A. Grosso. 2000. Effect of soil texture, organic carbon and water retention on the compactability of soils from the Argentinean pampas. Soil & Tillage Research 54 (1-2): 121-126. http://my.unri.ac.id/DUnk5Z

Dwiratna, S. Dan E. Suryadi. (2017). Pengaruh lama waktu inkubasi dan dosis pupuk organik terhadap perubahan sifat fisik tanah inceptisol di Jatinangor. Jurnal Agrotek Indonesia, 2(2): 110–116.

Fahri, A., L. M. Kolopaking dan D. B. Hakim. (2014). Laju konversi lahan sawah menjadi perkebunan sawit dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta dampaknya terhadap produksi padi di Kabupaten Kampar, Riau. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 17(1): 69–79.

Forest, F dan F. N. Reyners. (1985). Proposals for Classification of Agroclimatic Situations of Upland Rice in Terms of Water Balance. International Upland Rice Conference. Jakarta. Hal 95-96

Gusdi, R., R. P. Zahara dan F. Andesbi. (2014). Teknologi pemberian air pada bedengan berdasarkan kadar air kapasitas lapang tanah. Jurnal Nasional Ecopedon, 2(2): 29–33.

Hardyani, M. A. 2019. Keragaan pertumbuhan dan hasil beberapa varietas padi gogo pada lahan kering dataran tinggi di Kabupaten Karo. Prosiding Temu Teknis Jabatan Fungsional Non Peneliti. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatra Utara. 311-316.

Haridjaja, O., D. P. T. Baskoro dan M. Setianingsih. (2013). Perbedaan nilai kadar air kapasitas lapang berdasarkan Metode Alhricks, Drainase Bebas, dan pressure plate pada berbagai tekstur tanah dan hubungannya dengan pertumbuhan bunga matahari (Helianthus annuus L.). Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 15(2): 52–59.

Jesiani, E. M., Apriansyah dan R. Adriat. (2019). Model pendugaan evaporasi dari suhu udara dan kelembaban udara menggunakan metode regresi linier berganda di kota Pontianak. Jurnal Prisma Fisika, 7(1): 46–50.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2019). Produktivitas Tinggi Padi Gogo Pacitan. https://pertanian.go.id. Diakses tanggal 8 Maret 2020.

Mutmainnah, D., I. W. Ayu dan A. M. Oklima. (2021). Analisis tanah untuk indikator tingkat ketersediaan lengas tanah di lahan kering Kecamatan Empang. Jurnal Agroteknologi, 1(1): 27–38.

Musyadik., Agussalim dan T. Marsetyowati. (2014). Penentuan masa tanam kedelai berdasarkan analisis neraca air di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Jurnal Widya Riset. 7(2): 277–282.

Oldemann, I. R. (1975). An Agroclimate Map of Java. The Central Research Institute for Agriculture CRIA. Bogor. Hal. 23.

Patty, P. A. (2017). Analisis karakteristik curah hujan dan neraca air lahan untuk penetapan musim tanam di Halmahera Utara. Jurnal Hutan Pulau-pulau Kecil, 1(4): 298–309.

Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. (2004). Klasifikasi Intensitas Curah Hujan. Puslit Tanah. Bogor. Hal. 54.

Rosyidah, E., dan R. Wirosoedarmo. (2013). Pengaruh sifat fisik tanah pada konduktivitas hidrolik jenuh di 5 penggunaan lahan (studi kasus di Kelurahan Sumbersari Malang). Jurnal Agritech,33(3): 340–345.

Runtunuwu, E., F. Ramadhani, dan S. Kharmila. (2007). Petunjuk Teknis Penggunaan Perangkat Lunak Neraca Air Tanaman. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi. Bogor. Hal. 44-46.

Sarief, S. E. (1985). Konservasi Tanah dan Air. Pustaka Buana. Bandung. Hal. 34.

Simanjuntak, J. T., M. A. Azka dan T. K. Dzikiro. (2018). Analisis Dampak Fenomena El Nino Terhadap Ketersediaan Air Tanah Di Bima, Ntb Pada Tahun 2015. Seminar Nasional Pelestarian Lingkungan (SENPLING): Konservasi SDA Lingkungan, Kebijakan dan Pengelolaan DAS. Universitas Riau. 187-193.

Suprihatno, B., A.A. Daradjat, Satoto, Baehaki SE, Suprihanto, A. Setyono, S.D. Indrasari, I. P. Wardana, H. Sembiring. (2010).

Deskripsi Varietas Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Subang. 109 Hal. ISBN 978-979-540-047-9

Surmaini, E. dan G. Irianto. (2003). Evaluasi masa tanam, tingkat kehilangan hasil dan pengaturan sistem produksi pertanian di Kalimantan Timur. Jurnal Anomali Iklim, 6(6): 727–736.

Tarigan, E. S., E., H. Guchi dan P. Marbun. (2015). Evaluasi status bahan organik dan sifat fisik tanah (bulk density, tekstur, suhu tanah) pada lahan tanaman kopi (Coffea Sp.) di beberapa Kecamatan Kabupaten Dairi. Jurnal Agroekoteknologi, 3(1): 246–256.

Thornthwaite, C. W., dan J. R. Mather. (1957). Instruction and table for computing potential evapotranspiration and the water balance. Publication in Climatology, 10(3): 185–204.

Totok, A. D. H. Suwarto. Riyanto, A. Susanti, D. Kantun, I. N. dan Suwarno. (2011). Pengaruh waktu tanam dan genotipe padi gogo terhadap hasil. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 30(1): 17–22.

Villalobos, F.J., L. Testi dan F. R. Orgaz. (2004). Evapotranspiration and crop coefficients of irrigated garlic in a semi-arid climate. Journal Agrultural Water Managemenet, 64(3): 233–249.

Wahab, M.I., Satoto, R. Rachmat, A. Guswara, Suharna. (2017). Deskripsi Varietas Unggul Baru Padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian. 87 Hal. ISBN: 978-979-540-080-6.

Yulianto, Y., dan S. Sudibiyakto. (2012). Kajian dampak variabilitas curah hujan terhadap produktivitas padi sawah tadah hujan di Kabupaten Magelang. Jurnal Bumi Indonesia, 1(1): 1–9.

Downloads

Published

2022-10-27

Issue

Section

Articles