Pengaruh Kombinasi Volume Effluent Peternakan Sapi dan Takaran Pupuk Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt L.)

Authors

  • Rizki Nuralam Universitas Siliwangi
  • Indra Permana Universitas Siliwangi
  • Yaya Sunarya Universitas Siliwangi

DOI:

https://doi.org/10.26418/pedontropika.v10i2.83890

Keywords:

Effluent, Jagung Manis, pupuk anorganik

Abstract

Effluent dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap lingkungan. Dampak negatif pada lingkungan disebabkan oleh polutan organik sedangkan dampak positif sebagai sumber unsur hara. Penelitian ini dilakuan untuk mengetahui kombinasi volume effluent peternakan sapi dan takaran pupuk anorganik terhadap petumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Percobaan dilaksanakan di lahan peternakan Mifama farm yang terletak di Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibereum, Kota Tasikmalaya dari bulan Februari sampai bulan April 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 kombinasi perlakuan, A = Effluent 0% kapasitas lapang + 300 kg/ha Urea + 150 kg/ha SP36 + 100 kg/ha KCl, B = Effluent 100% kapasitas lapang, C = Effluent 100% kapasitas lapang + 225 kg/ha Urea + 112,5 kg/ha SP36 + 75 kg/ha KCl, D = Effluent 100% kapasitas lapang + 150 kg/ha Urea + 75 kg/ha SP36 + 50 kg/ha KCl, E = Effluent 50% kapasitas lapang + 225 kg/ha Urea + 112,5 kg/ha   SP36 + 75 kg/ha KCl, F = Effluent 50% kapasitas lapang + 150 kg/ha Urea + 75 kg/ha SP36 + 50 kg/ha KCl diulang sebanyak 4 kali. Kombinasi volume effluent peternakan sapi dan takaran pupuk anorganik berpengaruh terhadap panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol berkelobot per tanaman dan berat tongkol tanpa kelobot per tanaman. Tapi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan diameter tongkol tanpa kelobot. Kombinasi effluent peternakan sapi 50% kapasitas lapang dan takaran pupuk anorganik 150 kg/ha Urea + 75 kg/ha SP36 + 50 kg/ha KCl berpengaruh paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis.

 

References

Abadi, Z. G., W. Wikanta., dan L. Listiana. 2016. Perbedaaan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L. saccharata) pada berbagai Jenis Media Tanah (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surabaya).

Alatas S., I. Siradjuddin., M. Irfan dan A. R. Annisava. 2019. Pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) yang ditanam dengan tanaman sela pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) pada beberapa taraf dosis pupuk anorganik. Jurnal Agroteknologi. 10(1):23-32.

Anwar, S, Z. Zamroni., danD. Darnawi. 2020. Pengaruh Dosis Pupuk NPK Mutiara dan Pupuk Kandang Kambing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata sturt).

Arora, S., dan S. Saraswat. 2021. Vermifiltration as a natural, sustainable and green technology for environmental remediation: A new paradigm for wastewater treatment process. Current Research in Green and Sustainable Chemistry, 4, 100061.

Badan Pusat Statistik. 2016. Data produksi jagung manis Indonesia tahun 2015-2016.

Cameron, K. C., H. J. Di., B. P. A. Reijnen., Z. Li., J. M. Russell., dan J. W. Barnett. 2002. Fate of nitrogen in dairy factory effluent irrigated onto land. New Zealand Journal of Agricultural Research. 45(3): 207-216.

Farashi, A. D., dan A. Armaini. Pemberian Pupuk Bokashi Dan Limbah Cair Peternakan Sapi pada Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Pembibitan Utama (Doctoral dissertation, Riau University).

Iriany, R.N, Yasin H.G, dan Takdir, A. 2007. Asal, Sejarah, Evolusi, dan Toksonomi Jagung. Dalam jagung: Teknik Produksi dan Pengembangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.

Jumini, J., N. Nurhayati., dan M. Murzani. 2011. Efek kombinasi dosis pupuk NPK dan cara pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Jurnal Floratek, 6(2), 165-170.

Kementrian Lingkungan Hidup. 2021. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2021 tentang Tata cara Penerbitan Persetujuan Teknis Surat Kelayakan Operasional Bidang Pengendalian pencemaran Lingkungan’, Kementrian Lingkungan Hidup.

Keputusan Mentrian Pertanian Republik Indonesia. Surat Lampiran 116/Kpts/SR.120/D.2.7/11/2017. Deskripsi Jagung Manis Varietas Paragon.

Lingga, P. 2001. Petunjuk penggunaan pupuk. Niaga Swadaya.

Lingga, P., dan Marsono. 2019. Panduan Lengkap Memupuk Tanaman Organik dan Anorganik. Jakarta: Penebar Swadaya.

Longhurst, R. D., A. H. C. Roberts., dan M. B. O'Connor. 2000. Farm dairy effluent: a review of published data on chemical and physical characteristics in New Zealand. New Zealand Journal of Agricultural Research. 43(1): 7-14.

Lumbantoruan, S. M., S. Anggraini., dan E. Siaga. 2021. Potensi pupuk hayati dalam optimalisasi pertumbuhan tanaman jagung di tanah gambut cekaman kekeringan. Seminar Nasional Lahan Suboptimal (Vol. 9, No. 2021, pp. 162-171).

Mahdiannoor, M., N. Istiqomah., dan S. Syarifuddin. 2016. Aplikasi Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis. Ziraa'ah Majalah Ilmiah Pertanian, 41(1), 1-10.

Mansyur, N. I., E. H. Pudjiwati., dan A. Murtilaksono. 2021. Pupuk dan pemupukan. Syiah Kuala University Press.

Marvelia, A., S. Darmanti., dan S. Parman. 2006. Produksi tanaman jagung manis (Zea mays L. Saccharata) yang diperlakukan dengan kompos kascing dengan dosis yang berbeda. Anatomi Fisiologi, 14(2), 7-18.

Matsi, T., A.S. Lithourgidis, and A.A. Gagianas. 2003. Effects of Injected Liquid Cattle Manure on Growth and Soils Characteristics. Agron. J. 95:592-596.

Muhsanati, A. Syarif., dan S. Rahayu. (2008). Pengaruh beberapa takaran kompos Tithonia terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays Saccharata). Jerami, 1(2), 45-52.

Mimbar, S.M. 1990. Pola Pertumbuhan dan Hasil Jagung Kretek Karena Pengaruh Pupuk N. Agrivita 13(3): 82-89.

Munawar, A. 2013. Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman. IPB Press, Bogor.

Murni, A. M. 2008. Menentukan kebutuhan nitrogen, fosfor dan kalium untuk tanaman jagung berdasarkan target hasil dan efisiensi agronomik pada lahan kering Ultisol Lampung. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 10(2):, 46-49.

Mutaqin, Z., H. Saputra., dan D. Ahyuni. 2019. Respons pertumbuhan dan produksi jagung manis terhadap pemberian pupuk kalium dan arang sekam. Planta Simbiosa. 1(1).

Novizan, I. 2002. Petunjuk pemupukan yang efektif. AgroMedia Pustaka, Jakarta.

Nurcahya, I., I, Permana., W, Windiastuti., dan R Nuralam. 2023. Effects of Land Application of Farm Dairy Effluent on the Growth of Sweet Corn. Jurnal Biologi Tropis, 23(2), 159-164.

Nyakpa, Y.M., A.A. Lubis, M.A. Pulung, A.G. Amrah, A. Munawar, Go Ban Hong dan N. Hakim. 2008. Kesuburan Tanah. Unila, Lampung.

Pribadi, D. U., S, Sutini.,dan M, Sodiq. 2021. Budidaya Tanaman Jagung Manis.

Purwono, M. Dan R. Hartono. 2011. Bertanam Jagung Unggul. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rahmi, A., dan Biantary, M. P. 2014. Karakteristik sifat kimia tanah dan status kesuburan tanah lahan pekarangan dan lahan usaha tani beberapa kampung di Kabupaten Kutai Barat. Ziraa'ah Majalah Ilmiah Pertanian, 39(1), 30-36.

Rochani, S. 2007. Bercocok Tanam Jagung. Ganeca Exact.

Rudiarto, A.,E. Pangestu., dan S. Sumarsono. 2016. Pertumbuhan, produksi dan kualitas nutrisi tanaman orok-orok dan jagung manis sebagai bahan pakan yang ditanam secara tumpangsari. Animal Agriculture Journal. 3(2): 230-241.

Rukmana, R., dan H. H. Yudirachman. 2007. Jagung, Budidaya, Pasca Panen dan Penganekaragaman Pangan. Aneka Ilmu. Jakarta.

Sastro, Y., dan I. P. Lestari. 2013. The growth and yield of sweet corn fertilized by dairy cattle effluents without chemical fertilizers in inceptisols. Journal of Tropical Soils, 16(2): 139-143.

Sastro, Y., I. P. Lestari., dan Suwandi. 2010. Peran Pupuk Limbah Cair Peternakan Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi, Selada, dan Kangkung. Jurnal Hortikultura, 20(1).

Singh, R., K. Samal., R. R. Dash., dan P. Bhunia. 2019. Vermifiltration as a sustainable natural treatment technology for the treatment and reuse of wastewater: a review. Journal of Environmental Management. 247: 140-151.

Sirajuddin, M. dan S. A. Lasmini. (2010). Respon pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharata) pada berbagai waktu pemberian pupuk nitrogen dan ketebalan mulsa jerami. Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian, 17(3), 184-191.

Subekti, N. A., R. E. Syafruddin., dan S. Sunarti. 2007. Morfologi tanaman dan fase pertumbuhan jagung. Teknik Produksi dan Pengembangan. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

Sudjana, A., A. Rifin, dan M. Sudjadi. 1991. Jagung. Buletin Teknik No. 3. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Penelitian Tanaman Pangan Bogor. Jl. Tentara Pelajar 3 A Bogor.

Suprapto, dan Marzuki. 2005. Botani Tanaman Jagung. Universitas Sumatera Utara Press. Sumatera Utara.

Sutanto. R. 2002. Penerapan Pertanian Organik. Kanisius, Yogyakarta.

Syafruddin, S., N. Nurhayati., dan R. Wati. 2012. Pengaruh jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas jagung manis. Jurnal Floratek, 7(1): 107-114.

Syukur, M., danS. P. Azis Rifianto. 2013. Jagung manis. Penebar Swadaya Grup. Jakarta.

Tzanakakis, V. A., N. V. Paranychianakis., P. A. Londra., dan A. N. Angelakis. 2011. Effluent application to the land: Changes in soil properties and treatment potential. Ecological Engineering, 37(11), 1757-1764.

Wahyudi, M. 2006. Proses Pembuatan dan Analisis Mutu Yoghurt. Jurnal Buletin Teknik Pertanian, Vol. 11 No. 1.

Wang, H., G. N. Magesan., dan N. S. Bolan. 2004. An overview of the environmental effects of land application of farm effluents. New Zealand Journal of Agricultural Research. 47(4): 389-403.

Wardana, L. A., dan M. Syafi'i. 2021. Keragaan Beberapa Galur Jagung Manis (Zea mays L. saccharata) Mutan Generasi M3 Berdasarkan Karakter Morfologi dan Daya Hasilnya. Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech., 6(1): 73-79.

Wentasari, R. dan R. N. Sesanti. 2016. Karakteristik iklim mikro dan produksi jagung manis pada beberapa sistem tanam. Jurnal Pertanian Terapan. 16(2):94- 100.

Yaman, M. A. 2019. Teknologi penanganan, pengolahan limbah ternak dan hasil samping peternakan. Syiah Kuala University Press.

Downloads

Published

2024-09-03

Issue

Section

Articles