Pengaruh Pemberian Tepung Cangkang Telur dan Pupuk Kandang Ayam terhadap Serapan Hara N, P, K Tanaman Cabai Rawit pada Tanah Alluvial

Authors

  • Yani yani Universitas Tanjungpura
  • Denah Suswati Universitas Tanjungpura
  • Riduansyah Riduansyah Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/pedontropika.v11i1.85318

Keywords:

Alluvial, cabai rawit, tepung cangkang telur, pupuk kandang ayam, serapan NPK

Abstract

 

Abstrak

Sebaran tanah Alluvial di Indonesia yang sebagian besarnya banyak dijumpai terutama di Kalimantan Barat. Tanah Alluvial menjadi sebuah pilihan dalam memberdayakan lahan marjinal akibat berkurangnya lahan produktif untuk pertanian. Produksi cabai rawit dalam waktu 3 tahun terakhir di Kalimantan Barat menurut data mengalami peningkatan, untuk mempertahankan dan mencapai produksi kualitas hasil tanaman yang tinggi perlu adanya usaha intensifikasi pertanian satu diantaranya pemberian pupuk organik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam terhadap serapan hara N, P, K tanaman cabai rawit pada tanah alluvial. Penelitian merupakan percobaan lapangan yang menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL) 2 faktor, faktor pertama pemberian tepung cangkang telur (C) dan faktor kedua pemberian pupuk kandang ayam (K) yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 27 sampel tanaman cabai rawit. Perlakuan faktor pertama C0 (kontrol), C1= 80 gram/polibag (3,2 ton/ha), C2= 160 gram/polibag (6,4 ton/ha), faktor kedua K (control), K1= 500 gram/polibag (20 ton/ha), K2= 1000 gram/polibag (40 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap serapan hara tanaman. Interaksi perlakuan C1K2 (tepung cangkang telur 80 gram/polybag dan pupuk kandang ayam 1000 gram/polibag) dapat meningkatkan berat kering bagian atas tanaman, serapan nitrogen dan serapan fosfor bagian atas tanaman cabai rawit.

Kata kunci: Alluvial, cabai rawit, tepung cangkang telur, pupuk kandang ayam, serapan NPK.

References

Akshay., T., Sajitha, Rani., Ammu, Punnoose. (2018). Effect of various organic nutrient schedules on growth and nutrient uptake of chilli (Capsicum annuum). Indian journal of agricultural research, doi: 10.18805/IJARE.A-4878

Aldana, M. E. (2005). Effect of phosphorus and potassium fertility on fruit quality and growth of Tabasco pepper (Capsicum frutescens) in hydroponic culture. Louisiana State University and Agricultural & Mechanical College.

Badan Pusat Statistik. (2022). Produksi Tanaman Sayuran 2022. Pontianak: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat.

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. (2017). Kalimanatan Barat Dalam Angka. Kalbar.bps.go.id.Pontianak.

Elvia, Hernández-Gómez., Luis, Alonso, Valdez-Aguilar., Ana, M., Castillo-González., María, Teresa, Colinas-León., Donita, L., Cartmill., Andrew, D., Cartmill., R., Hugo, Lira-Saldivar. (2013). Supplementary Potassium Sustains Fruit Yield in Bell Pepper under High Ammonium Nutrition. Hortscience, doi: 10.21273/HORTSCI.48.12.1530Gardner, e. a. (1991). Fisiologi Tanaman Budidaya. UI press.

Grzebisz, W., Niewiadomska, A., Potarzycki, J., & Andrzejewska, A. (2024). Phosphorus HotSpots in Crop Plants Production on the Farm—Mitigating Critical Factors. Agronomy, 14(1), 200.

Habib, F., Javid, S., Saleem, I., Ehsan, S., & Ahmad, Z. A. (2014). Potassium dynamics in soil under long term regimes of organic and inorganic fertilizer application. Soil & Environment, 33(2).

Haedjowigeno, S. (2002). Ilmu Tanah. Jakarta. Akademika Presindo.

Jie, Ma., Yuling, Ma., Rongfei, Wei., Yali, Chen., Liping, Weng.,

Xiaoxue, Ouyang., Yongtao, Li. (2021). Phosphorus Transport in Different Soil Types and the Contribution of Control Factors to Phosphorus Retardation.. Chemosphere, doi: 10.1016/J.CHEMOSPHERE.2021.130012

Lingga, P. dan Marsono. (2002). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta.

Madaras, M., & Koubová, M. (2015). Potassium availability and soil extraction tests in agricultural soils with low exchangeable potassium content. Plant, Soil and Environment, 61(5), 234-239.

Mantovani, J. R., Ferreira, M. E. R., dos SANTOS, A. R., de Souza Costa, B., & Florentino, L. A. (2017). Chemical attributes of soils with eggshell application. Científica, 45(3), 307-312.

Prasetyo, B. d. (2008). Potensi dan Kendala Pengembangan Tanaman Pangan Lahan Basah. Jurnal Tanah Dan Air, 97-109.

Sahin, S., & Atakli, S. B. (2019). The Effect of Different Phosphorus Doses on the Growth of Pepper Seedling (Capsicum annuum L.). Asian Journal of Advances in Agricultural Research, 11(4), 1-4.

Supriyo, H., D. A. C. Koranto, dan A. Bale. (2009). Buku Ajar Klasifikasi Tanah. Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Yogyakarta. 107 hal.

Wang, C., Zhang, S., Wu, H., Yang, X., Tang, R., Li, Y., dan Lin, Q. (2021). Dry Matter Accumulation and Nitrogen Absorption Characteristics of Processed Pepper under Different Nitrogen Levels. Molecular Plant Breeding, 12.

Downloads

Published

2025-02-19

Issue

Section

Articles