Beberapa Sifat Fisika Tanah Gambut Terdegradasi Akibat Kebakaran Lahan di Desa Rasau Jaya Tiga Kabupaten Kubu Raya
DOI:
https://doi.org/10.26418/pedontropika.v11i1.85530Keywords:
Kebakaran, Lahan Gambut, Sifat Fisika TanahAbstract
Lahan gambut merupakan salah satu ekosistem multifungsi sebagai pelindung fungsi hidrologi, sumber keanekaragaman hayati, pangan dan energi dan pengendali iklim global. Kebakaran akan mempengaruhi kemampuan tanah untuk menyerap dan menyimpan air. Kebakaran yang terjadi di lahan gambut berdampak pada sifat fisika tanah gambut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sifat fisika tanah antara lahan terbakar dan lahan tidak terbakar. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada pada lahan yang terbakar dan yang tidak terbakar, pada kedalaman 0-20 cm sebanyak 15 sampel pada masing-masing lahan dengan menggunakan ring sampel dan di lanjutkan dengan analisis sampel tanah di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah. Parameter sifat fisika tanah pada penelitian ini meliputi kematangan, kedalaman muka air tanah, bobot isi, porositas total, kadar air kapasitas lapang dan kadar serat gosok. Analisis sifat kimia tanah untuk menentukan C-organik dan kadar abu. Tinggi muka air tanah pada lahan terbakar lebih dalam dengan nilai rata-rata 23,24 cm jika dibandingkan dengan lahan tidak terbakar dengan nilai rata-rata 10,44 cm. Bobot isi tanah pada lahan terbakar memiliki nilai rata-rata 0,22 g/cm3 dan 0,25 g/cm3 pada lahan tidak terbakar. Porositas total tanah pada lahan terbakar memiliki nilai rata-rata 87,09% dan 87,64 % pada lahan tidak terbakar. Kadar air kapasitas lapang pada lahan terbakar memiliki nilai rata-rata 77,52% dan 83,09 % pada lahan tidak terbakar. Kadar serat gosok pada lahan terbakar dan tidak terbakar di kriteriakan sebagai hemik yang memiliki nilai rata-rata 19,22% dan 20,98%. Hal tersebut munjukan bahwa kebakaran lahan tidak terlau menjukan perbedaan yang signifikan terhadap sifat fisika tanah gambut terutama pada bobot isi tanah, porositas total dan kadar air kapasitas lapang.References
Anda, M., Ritung, S., Suryani, E., Sukarman., Hikmat, M., dan Yatno, E. 2021. Revisiting Tropical Peatlands In Indonesia: Semi Detailed Mapping, Extent And Depth Distribution Assessment. The Journal of Geoderma 402: 1-11.
Anshari, G Z, M Afifudin, M Nuriman, E Gusmayanti, L Arianie, R Susana, and R W Nusantara. 2010. Drainage and Land Use Impacts on Changes in Selected Peat Properties and Peat Degradation in West Kalimantan Province, Indonesia. Biogesciences. 3403–19. https://doi.org/10.5194/bg-7-3403-2010.
Azri. 1999. Sifat kering Tidak Balik Tanah Gambut dari Jambi dan Kalimantan Tengah: Analisis Berdasarkan Kadar Air Kritis, Kemasaman Total, Gugus Fungsional COOH dan OH-Phenolat. Tesis. Pogram Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.76 hal.
Hirano, T., K. Kusin, S. Limin, dan M. Osaki. 2014. Carbon dioxide emissions through oxidative peat decomposition on a burn tropical peatland. Glob. Chang. Biol. 20:555-65.
Norhalimah., M, Ruslan., Suyanto. 2021. Analisis Tinggi Muka Air Tanah dan Pemetaannya Di Lahan Gambut Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang Kalimantan Selatan. Jurnal Sylva Scienteae,4 (4), 751-758.
Putra E. I dan H. Hayasaka. 2011 The effect of the precipitation pattern of the dry season on peat fire occurrence in the Mega Rice Project area, Central Kalimantan, Indonesia. Tropics, 19 (4): 145 – 156.
Ratnaningsih, A. T., & Prastyaningsih, S. R. 2017. Dampak kebakaran hutan gambut terhadap subsidensi di Hutan Tanaman Industri. Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan, 12(1), 37-43.
Subagyono, K., T. Vadari., dan I.P.G. Widjaja-Adhi. 1997. Strategi Pengelolaan Air dan Tanah pada Lahan Rawa pasang Surut : Prospek dan Kendala. Makalah disampaikan pada Pertemuan Pembahasan dan Komunikasi Hasil Penelitian Tanah dan Agroklimat.
Sulistiyanto, Y., Rieley, J,O., Limin, S,H. 2005. Laju Dekomposisi Dan Pelepasan Hara Dari Serasah Pada Dua Sub-Tipe Hutan Rawa Gambut Di Kalimantan Tengah. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 11(2),1-14
Suswati, D., Hendro, B. S., Shiddieq, D., Indradewa, D. 2011. Identifikasi Sifat Fisik Lahan Gambut Rasau Jaya III Kabupaten Kubu Raya Untuk Pengembangan Jagung. Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika. Vol 1 (31-40).
Wahyunto, K. Nugroho, S. Ritung, and Y. Sulaiman. 2014. Indonesian peatland map: method, certainty, and uses. Hlm:81-96. Dalam Wihardjaka et al. (Eds.). Prosiding Seminar Nasional: Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi untuk Mitigasi GRK dan Peningkatan Nilai Ekonomi. Balitbangtan, Kemtan. Jakarta.
Wawan, W., & Akbar, A. N. 2019. Sifat Fisika Tanah dan Produktivitas Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Lahan Gambut Pada Tinggi Muka Air Tanah Yang Berbeda. Jurnal Agroteknologi, 10(1), 15-22
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- The copyright of the accepted for publication articles shall be assigned to Pedontropika as the publisher of the journal. The intended copyright includes the rights to publish articles in various forms (including reprints).
- Pedontropika maintain the publishing rights of the published articles.
- Authors are permitted to republish or disseminate published articles by sharing the link/DOI of the article at Pedontropika. Authors are allowed to use their articles for any legal purposes deemed necessary without written permission from Pedontropika with an acknowledgement of initial publication to this journal.