Pengaruh Persentase Bahan Organik dan Tanah terhadap Ketersediaan Hara N, P, K dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Tanah Aluvial

Authors

  • Claudia Bella Hadiana Tanjungpura University
  • Rita Hayati Universitas Tanjungpura
  • Fiera Budiarsyah Arief Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/pedontropika.v11i2.87840

Keywords:

Tanah Aluvial, Tanaman Jagung, Biochar, Sekam Padi, Pupuk Kandang Ayam

Abstract

Pemanfaatan tanah Aluvial untuk budidaya jagung menghadapi tantangan terkait sifat fisik, kimia, dan biologisnya. Jagung memerlukan kondisi tanah dan lingkungan yang optimal untuk hasil maksimal. Bahan organik seperti pupuk kandang ayam dan biochar dari sekam padi digunakan sebagai pembenah tanah Aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh persentase bahan organik dan tanah terhadap ketersediaan unsur hara N, P, dan K serta pertumbuhan jagung di tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisis dilakukan menggunakan ANOVA dengan uji F, dan perbedaan signifikan antar perlakuan diuji lebih lanjut menggunakan Duncan"™s Multiple Range Test pada taraf kepercayaan 5%. Penelitian terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan, menghasilkan total 24 polybag. Perlakuan yang diuji adalah: P0 (10 kg tanah), P1 (9 kg tanah + 500 g biochar + 500 g pupuk kandang ayam), P2 (8 kg tanah + 1 kg biochar + 1 kg pupuk kandang ayam), dan P3 (7 kg tanah + 1,5 kg biochar + 1,5 kg pupuk kandang ayam). Perlakuan P3 meningkatkan pH sebesar 2,91%, C-organik sebesar 51,26%, N-total sebesar 75%, K-dd sebesar 83,7%, dan tinggi tanaman sebesar 44% dibandingkan kontrol.

References

Barat, B. P. S. K. (2020). Kalimantan Barat dalam angka. Pontianak: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat.

Fiqriansyah, M., Putri, S. A., Syam, R., Rahmadani, A. S., Frianie, T. N. S. A. R. ., N, Y. I. S., Adhayani, A. N., Fauzan, N., Bachok, N. A., Manggabarani, A. M., & D, Y. (2021). Teknologi Budidaya Tanaman Jagung ( Zea mays ) Dan Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench). In Teknologi Budidaya Tanaman Jagung (Zea mays) Dan Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench).

Gani, A. (2009). Potensi Arang Hayati Biochar sebagai Komponen Teknologi Perbaikan Produktivitas Lahan Pertanian. Iptek Tanaman Pangan, Vol 4, No 1 (2009): April 2009. http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/ippan/article/view/2630/2269

Grunwald, D., Kaiser, M., & Ludwig, B. (2016). Effect of biochar and organic fertilizers on C mineralization and macro-aggregate dynamics under different incubation temperatures. Soil and Tillage Research, 164(2015), 11–17. https://doi.org/10.1016/j.still.2016.01.002

Hartatik, W., & Widowati, L. . (2006). 4. Pupuk Kandang. Pupuk Organik Dan Pupuk Hayati, 59–82.

Herman, W., & Resigia, E. (2018). Pemanfaatan Biochar Sekam Dan Kompos Jerami Padi Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Padi (Oryza sativa) Pada Tanah Ordo Ultisol. Jurnal Ilmiah Pertanian, 15(1), 42–50. https://doi.org/10.31849/jip.v15i1.1487

Indrawati, U. S. Y. V. (2018). Peran Biochar Untuk Memperbaiki Sifat Kimia Gambut Ombrogen dan Peningkatan Hasil jagung. Disertasi. Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Indonesia.

Indrawati, U. S. Y. V., & Alhaddad, A. M. (2024). Pengaruh Pemberian Biochar Sekam Padi-Kotoran Ayam untuk Pertumbuhan dan Produksi Tomat di Lahan Gambut The Effect of Giving Rice Husk Biochar Enriched with Chicken Manure Biochar for Tomato Cultivation in Peatlands. 13(2), 171–183. https://doi.org/10.22146/veg.85891

Kasri, A. (2015). Pengaruh Pupuk Kandang Ayam dan N, P, K Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) di Tanah Ultisol. JOM Faperta, 2(1), 1–12. https://media.neliti.com/media/publications/189591-ID-none.pdf

Kurniawan, A., Haryono, B., Baskara, M., & Setyono Yudo Tyasmoro. (2016). Pengaruh Penggunaan Biochar Pada Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.). Jurnal Produksi Tanaman, 4(2), 153–160.

Mateus, R., Kantur, D., & Moy, D. A. N. L. M. (2017). Pemanfaatan Biochar Limbah Pertanian sebagai Pembenah Tanah untuk Perbaikan Kualitas Tanah dan Hasil Jagung di Lahan Kering Utilization of Agricultural Biochar Waste as Soil Conditioner for Improved. Jurnal Agrotrop, 7(2), 99–108.

Novak, J. M., Busscher, W. J., Watts, D. W., Laird, D. A., Ahmedna, M. A., & Niandou, M. A. S. (2010). Short-term CO2 mineralization after additions of biochar and switchgrass to a Typic Kandiudult. Geoderma, 154(3–4), 281–288. https://doi.org/10.1016/j.geoderma.2009.10.014

Peng, F., He, P. W., Luo, Y., Lu, X., Liang, Y., & Fu, J. (2012). Adsorption of Phosphate by Biomass Char Deriving from Fast Pyrolysis of Biomass Waste. Clean - Soil, Air, Water, 40(5), 493–498. https://doi.org/10.1002/clen.201100469

Prasetyo, B. H., & Suriadikarta, D. A. (2006). Karakteristik Potensi dan Teknologi Pengelolaan Tanah Ultisol untuk Pengembangan Pertanian Lahan Kering di Indonesia. Litbang Pertanian, 25(2), 39–47.https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/35674790/p32520611-with-cover-page-v2.pdf?Expires=1641485137&Signature=TNNdyt95a8f~S940ESAs-VWJmaQNysjjlRExxncO4IJgynpN50RsseTd8oyUdyYosSsTsX9o1o3t7dVQmrRStiow9SRC5tR~MUclFlK0swBvnZYYKD2PjJiaH8IBHzxqJIF4F0R-OkfauSgIKw

Putra, I. A., & Hanum, H. (2018). Kajian Antagonisme Hara K, Ca Dan Mg pada Tanah Inceptisol yang Diaplikasi Pupuk Kandang, Dolomit dan Pupuk KCl terhadap Pertumbuhan Jagung Manis (Zea mays saccharata L.). Elkawnie, 4(1), 23–44. https://doi.org/10.22373/ekw.v4i1.2751

Putri, V. I., Mukhlis, B. H., & H. (2017). Pemberian beberapa jenis biochar untuk memperbaiki sifat kimia tanah Ultisol dan pertumbuhan tanaman jagung. 5(4), 824–828.

Rosidi, A., & dan Sukartono, M. (2016). Evaluasi Pengaruh Residu Biochar Dan Dosis Nitrogen Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai (Glycine max. L. merill.) Pada Tanah Bertekstur Lempung Berpasir (Sandy Loam). Crop Agro, 9(1), 1–8.

Saragih, M. K., Sianipar, E. M., Sianturi, P. L. L., Sihombing, P., & Sihite, B. R. (2022). Pengaruh Bebagai Jenis Biochar Dan Pupuk Npk Terhadap Kapasitas Tukar Kation (Ktk) Tanah Ultisol Pada Budidaya Jagung Manis (Zea mays saccharata L.). Majalah Ilmiah Methoda, 12(3), 252–257. https://doi.org/10.46880/methoda.vol12no3.pp252-257

Solaiman, Z. M., & Anawar, H. M. (2015). Application of Biochars for Soil Constraints: Challenges and Solutions. Pedosphere, 25(5), 631–638. https://doi.org/10.1016/S1002-0160(15)30044-8

Supit, J. M. J., Kamagi, Y. E. B., & Karamoy, L. T. (2021). Production of Shallot ( Allium ascalonicum L ) in Minahasa Regency.

Ventura, M., Sorrenti, G., Panzacchi, P., George, E., & Tonon, G. (2013). Biochar Reduces Short-Term Nitrate Leaching from A Horizon in an Apple Orchard. Journal of Environmental Quality, 42(1), 76–82. https://doi.org/10.2134/jeq2012.0250

Yuniarti, A., Solihin, E., & Arief Putri, A. T. (2020). Aplikasi pupuk organik dan N, P, K terhadap pH tanah, P-tersedia, serapan P, dan hasil padi hitam (Oryza sativa L.) pada inceptisol. Kultivasi, 19(1), 1040. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v19i1.24563

Downloads

Published

2025-08-29

Issue

Section

Articles